Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tips beternak cacing

Tahap awal untuk melakukan ternak atau budidaya cacing tanah lumbricus rubellus kita harus menyediakan media atau sarang untuk bibit cacing, media perlu diukur PH tanah dengan kertas lakmus dan suhu dengan thermometer, untuk mengetahui ukuran PH dan suhu silahkan lihat di sini tempat hidup cacing, apabila alat pengukur tidak ada kita dapat melakukan pengetesan media dengan cara yang sangat sederhana, yaitu, masukkan bibit sedikit demi sedikit, antara 5-10 ekor bibit. 
cacing tanah, budidaya cacing, budidaya cacing tanah, ternak cacing tanah, cara budidaya cacing tanah, cara budidaya cacing lumbrecus, cara ternak cacing, budi daya cacing, cacing lumbrecus rubellus
Bila media atau sarang tersebut memenuhi syarat, tidak mengandung bahan beracun, zat-zat kimia yang tidak disukai cacing atau PH-nya terlalu tinggi atau terlalu rendah maka cacing tidak akan mau bersarang dan akan tetap berada dipermukaan media. Untuk mengetahui media yang memenuhi syarat untuk hidup cacing silahkan baca di sini media untuk cacing.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya media yang demikian diproses lagi (disiram air dan disaring, sampai tidak ada air yang berwarna cokelat menetas). Ingat media harus selalu dalam keadaan basah tetapi tidak tergenang air. Bila tidak, harus dibuatkan kembali media yang baru. 
Untuk mengetahui apakah media sudah memenuhi syarat atau belum bila dalam waktu 12 jam cacing tetap tenang di dalam media, itu menandakan bahwa cacing tetap betah dan cocok hidup di media tersebut. Kemudian hamparkan bibit cacing yang lain secara merata di atas media. Setelah itu tutup bak-bak tersebut dengan menggunakandaun pisang, kertas Koran atau plastik, yang bertujuan untuk mengurangi penguapan dan sinar matahari.
Setiap bak berupa ember plastik atau besek berukuran 50 x 40 x 30 cm dapat menampung kurang lebih 1 ons bibit cacing atau sekitar 100-130 ekor bibit. Sebagai perbandingan, dari referensi sebuah media (Koran) seorang peternak menebarkan bibit cacing tanah sebanyak 0,50 kg untuk bak ukuran 1 meter persegi.

Pakan Cacing Tanah

Walaupun media atau sarang juga berfungsi sebagai sumber makanan akan tetapi dengan berkembangnya cacing perlu juga diberi makan tambahan dan perlu diperhatiakn bahwa cacing tanah adalah binatang yang senang makanan yang ada dipermukaan sarangnya. Cacing tanah menghabiskan   makanan sama dengan berat badannya dalam 24 jam. 
Porsi makanan yang diberikan menggunakan pola makanan sama dengan berat badan cacing dalam 24 jam, jika dalam satu bak terdapat 1 ons cacing, maka porsi makanan adalah 1 ons dalam 24 jam. pemberian pakan diusahakan dalam bentuk larutan/bubur, dengan perbandingan air: makanan = 1 : 1.
Selama sarang atau media tersebut masih memenuhi syrata sebagai sumber makanan, makanan tambahan tidak perlu diberikan. Tetapi biasanya setelah 1 (satu) bulan, diberikan pakan tambahan.
Pemberian makanan, yang paling ekonomis adalah pemberian makanan yang berupa sampah organic atau sampah dapur, kotoran ternak (ayam, sapi, kerbau, kelinci). Kotoran yang dipakai untuk pakan sebaiknya yang sudah matang, karena kotoran yang masih segar masih mengalami proses penguraian sehingga masih panas. Perlu didiamkan beberapa hari dulu supaya menjadi matang. Dianjurkan memberikan makanan secara bertahap, jangan sekaligus. Karena bila terlalu banyak bisa menyebabkan temperature menjadi naik dan cacing tanah bisa mati.
Untuk produksi kokon (telur), pakan yang diberikan dapat berupa satu macam kotoran hewan yang sudah matang tanpa campuran apapun atau kotoran hewan dengan kompos hijau (dari tanaman atau daun-daunan) denagn perbandingan 30:70.
Untuk menghasilkan cacing tanah yang gemuk, maka pakan harus terdiri atas kotoran hewan dicampur kompos hijauan dengan perbandinagn 2:1 atau dapat juga diberikan kompos hijauan dengan bubur kertas bekas, denagn perbandingan 1 : 1.
Untuk meningkatkan kualitas cacing, bahan makanan bisa ditambahkan dari campuran dedak atau konsentrat yang juga dihancurkan. Makanan ini perlu dihancurkan agar bercampur dengan media (lapisan) yang menjadi tempat berkembangnya cacing.

Yang perlu diperhatikan dalam pemberian pakan pada cacing tanah adalah sebagai berikut:


  • Pakan yang berupa kotoran ternak dimasukkan ke dalam wadah kemudian dicampur dengan air dan diaduk sehingga hancur berupa bubur.
  • Bubur pakan ditaburkan merata tipis-tipis diatas media, tetapi tidak menutupi seluruh permukaan media, sekitar 2-3 cm dari tepi wadah/bak tidak ditaburi pakan.
  • Seluas yang ditaburi pakan ditutupi dengan plastik atau pelepah pisang yang tidak tembus cahaya.
  • Lakukan pemeriksaan besoknya, apakah pakan itu habis dimakan atau tidak. Untuk pemberian pakan berikutnya, apabila masih tersisa terlebih dahulu harus diaduk dan jumlah pakan yang diberikan dikurangi.
  • Pekerjaan pemberian pakan, dilakuakn tiap hari sampai cacing tanah itu dipanen

Perkembangbiakkan Cacing Tanah

Cacing tanah adalah hewan yang memiliki dua kelamin dalam satu tubuh, jantan dan betina (hermaphrodite), akan tetapi tak dapat membuahi dirinya sendiri. Pembuahan tidak akan terjadi tanpa adanya bantuan cacing lain. Perkawinan dilakukan dengan cara meletakkan bagian belakang denagn posisi yang saling berlawanan dan diperkuat dengan seta.  
Pada saat itu klitelium (alat kelamin) masing-masing mengeluarkan lendir untuk melindungi spermatozoa yang dihasilkan oleh alat kelamin jantan masing- masing spermatozoa lalu masuk kedalam kantung penampung sperma dari pasangannya, selanjutnya membentuk selubung cocon (telur cacing) yang bergerak ke arah mulut.
Pada waktu melalui lubang penampungan sperma masuklah spermatozoa ke dalam cocon dan terjadilah pembuahan, selubung cocon harus bergerak ke arah mulut hingga terlepas dari cacing tanah dan membentuk cocon. Cocon kemudian dilatakkan di tempat yang lembab dan akan menetas dalam waktu 14-21 hari kemudian.
Setiap cocon menghasilkan antara 4-7 ekor cacing. Cacing tanah menjadi dewasa setelah berumur 2-3 bulan dan siap berkembang biak. Setiap 7-10 hari cacing tanah akan menghasilkan 1-2 cocon. Diperkirakan seekor cacing tanah akan menghasilkan 1000 ekor anak dalam setahun. Dari beberapa referensi menyebutkan perkembangbiakkan cacing tanah yang diternakkan relative lebih produktif, berbeda dengan  di alam bebas, yang banyak mengalami gangguan binatang lain.

Cara Pemeliharaan Cacing Tanah

Cacing tanah merupakan binatang yang takut akan sinar, karena itu wadah berupa bak harus ditempatkan pada tempat yang teduh dan jika perlu ditutup, terutama pada siang hari. Apabila menggunakan bak permanen  sebaiknya pembuatan bak ditempat teduh, misalnya dibawah pohon dan diberi pelindung atap genteng, supaya tidak kena hujan dan sinar matahari langsung.
Di dalam pemeliharaan, sarang atau media cacing tanah harus dijaga kelembapannya, dengan cara diperciki air setiap hari. Penyiraman diupayakan agar air tidak tergenang dan setelah itu bak-bak selelu ditutup dengan daun pisang., plastik kertas Koran atau karung goni yang telah dibasahi. Disamping itu, pemeliharaan yang perlu dilakukan adalah menghindarkan cacing dari gangguan binatang seperti semut, cecak, tikus, lintah, kecoa, dll. 
Dengan penyiraman dan penggemburan dapat menghindarkan cacing dari gangguan tersebut, atau bak-bak dapat ditutup denagn kasa yang halus. Bila menggunakan bak dari ember plastic, besek yang berada di rak tersusun, untuk menghindari semut, kaki rak diberi tatakan (mangkok, yang diisi olie, air atau serbuk kapur anti semut).
Setelah dua minggu dari masa peletakkan pertama, induk-induk cacing dipindahkan ke media lain sambil menanti kokon-kokokn itu menetas.  Begitu juga setiap 2 minggu berikutnya, induk-induk cacing yang sudah bertelur dipindahkan ke media lain. Perlakuan ini juga untuk anak-anak cacing yang telah berusia 3,5 bulan dan mulai bertelur. Cara memindahkan induk cacing bisa denagn cara langsung mengaduk-ngaduk media dalam “kandang”, bisa juga dengan meletakkan makanan di salah satu sudut kandang hingga induk cacing akan mudah berkumpul dan mudah dipindahkan.

Selama masa pemeliharaan, cacing-cacing itu dibagi dalam beberapa fase.

Fase pertama  : perkembangan , dimulai sejak kokon (telur) menetas menjadi anak cacing hingga usia 2,5 bulan atau 3,5 bulan. Pada usia ini cacing bisa dijual untuk indukan atau bibit.
Fase kedua: usia 4 sampai 7 bulan, yang merupakan masa produktif cacing menghasilkan kokon.
Fase ketiga : usia 7 bulan ke atas, yang sudah tidak produktif lagi.
Cacing-cacing dalam ketiga fase itu semuanya laku dijual dan tentu saja harganya berbeda-beda. Cacing pada fase pertama, biasanya dikonsumsi oleh para peternak cacing untuk  dijadikan indukan. Sedangkan cacing usia fase kedua, lebih banyak dikonsumsi untuk pabrik obat. Dan cacing usia fase ketiga dipakai untuk makanan (pellet) ikan lele. Kalau untuk campuran bahan kosmetik, biasanya dimabil dari usia 4 bulan ke atas, karena kadar crude oil-nya cukup baik.

Hama Cacing Tanah

Selain pemeliharaan  yang telah diuraikan diatas, ada satu hal yang tidak kalah penting adalah pemeliharaan untuk menghindari cacing dari hewan pengganggu,  seperti kodok, ayam, tikus, semut, kelabang, lintah dan lain-lain. Hama – hama tersebut dapat menghabiskan cacing-cacing atau kokon yang ada denagn berbagai cara, sehingga dapat menggagalkan usaha budidaya ini.
Kodok/katak
Salah satu makanan yang  disukai katak adalah cacing, yang perlu diwaspadai apabila ruangan yang digunakan untuk beternak dihalaman yang menggunakan landing dari bak tembok, untuk mencegah agar katak tidak dapat meloncat masuk kandang, sebaiknya kandang diberi tutup kawat kassa dengan lubang yang agak lebar, supaya sirkulasi udara kandang tetap terjaga, tetapi katak tidak dapat masuk ke dalam bak. Berbeda hal nya, bila menggunakan ruangan ( iin door), hal ini kemungkinan katak masuk rumah/ruangan sangat kecil.
Ayam
Demikian pula perlakuan untuk menghindari agar ayam tidak dapat masuk kandang cacing, untuk bak permanen yang tentu saja mudah bagi ayam untuk memangsa cukup aman bagi ayam untuk bisa mengganggu.
Tikus
Baik lokasi ternak diluar maupun didalam ruangan, kedua-duanya sangat memungkinkan bagi tikus, yang merupakan salah satu musuh cacing tanah ini, untuk lokasi yang ada didalam ruangan, denagn system rak susun, paling tidak akan terhindar dari seranagn tikus, namun perlu juga dipuyakan dipinggir-pinggir lantai ruangan bisa ditaburkan kamper/kapur barus, dengan bau kamper dapat menghindari adanya tikus. Usaha lain dapat memasang perangkap tikus dari bahan lem atau jepitan tikus, atau bisa juga menggunakan serbuk racun tikus.
Semut 
Predator yang satu ini, memiliki kelebihan pada penciuman, sehingga apabila ada bau cukup merangsang bagi penciuman semut, dalam waktu yang singkat, semut-semut akan berdatangan. Namun usaha pencegahan terhadap semut ini, relative gampang, yakni dengan cara setiap kaki rak susun diberi tatakan plastic kenudian di isi olie atau bisa menggunakan solar, minyak goring.

Kelabang atau lintah
Untuk menghindari hewan pengganggu seprti kelabang dan lintah, dapat diusahakan dengan cara sering menyirami media, dan bila perlu diatas media diberi daun tembakau.
Sumber Buku : Budidaya CACING TANAH LUMBRICUS RUBELLUS, Penerbit CV. ANEKA Solo
Sumber Gambar : http://www.celagrid.org

CARA FERMENTASI JERAMI UNTUK MAKANAN TERNAK DOMBA/KAMBING


BAHAN DAN UKURAN:

• 1000 Kg  : jerami padi , dipilih yang sudah kering
• 20-25 Lt      : tetes bila tidak ada dapat diganti gula yang dilarutkan
• 6-7 Lt          : Probiotik, bila di daerah belum ada dapat diganti dengan EM4.
• 5-6 Kg         : Urea untuk menambah kandungan protein makanan ( 4-6% dr total jerami )
• 250-300 Lt. : Air untuk melarutkan probiotik dan tetes/15Lt untuk jerami basah

PERALATAN:
• Silo tempat untuk fermentasi jerami dapat berupa tembok semen, bis semen, drum sesuai kemampuan dan jumlah ternak
• Alat pemotong sabit atau sejenisnya atau bisa menggunakan mesin pencacah jerami
• Ember atau timba, gembor, terpal plastik atau karung plastik

CARA MEMBUAT
  1. Sediakan silo dari bis beton disusun dua atau tiga, bila memakai drum bagian dalam supaya dicat agar tidak berkarat
  2. Jerami kering atau bahan-bahan kering yang telah ada dipotong-potong dengan ukuran kurang lebih 25 cm sejumlah isi silo yang ada
  3. Larutkan tetes dan urea serta probiotik dengan air menjadi satu sesuai perbandingan bahan-bahan di atas.
  4. Siapkan terpal plastik untuk alas menjcampur antara jerami dengan campuran tets starbio dan air.
  5.  Jerami padi yang sudah dipotong ditaruh di atas terpal sedikit demi sedikit sambil disiram larutan air tetes dan starbio sesuai perbandingan di atas sampai merata dan jerami kelihatan basah.
  6. Setelah jarami benar-benar telah disiram rata dengan larutan tersebut, jerami dimasukkan ke dalam silo sedikit demi sedikit sambil dimampatkan/diinjak-injak supaya padat.
  7. Setelah mampat (padat) silo ditutup hingga rapat betul
  8. Setelah 7 hari jerami tersebut baru dapat mulai diberikan pada ternak kambing sesuai dengan kebutuhan dan selama bahan tersebut belum habis setelah mengambil bahan dari silo supaya ditutup kembali dengan rapat
  9. Penempatan silo supaya terhindar dari genangan air, terhindar dari terik matahari dan air hujan tidak boleh masuk ke dalam silo

CARA MEMBERIKAN:
  •  Pemberian diberikan dua kali pagi dan sore dengan ukuran: bobot kambing x 3% pakan kering (jerami yang telah difermentasi)
  •  Ditambah makan tambahan berupa katul yang baik (kualitas I) sebanyak 0,5 kg/ekor

KETERANGAN:
  •  Apabila waktu petama kali tenak diberi pakan fermentasi tersebut tidak langsung mau supaya dilatih sedikit demi sedikit sampai mau makan dengan lahap
  •  Agar ternak kambing cepat gemuk perlu diberi makan lain yang kadar proteinnya tinggi seperti pemberian katul konsentrat
  •  Air minum supaya tetap tersedia (jangan sampai telat), ada baiknya airnya diberikan garam.

TIps memelihara ikan lele di terpal

Berikut adalah informasi tentang lele menggunakan terpal kolam renang.

Proses Pembuatan Kolam Dari Terpal
Hal utama yang membuat terpal kolam renang, tidak lain dari penggunaan lahan. Berapa banyak lahan yang Anda miliki merupakan faktor utama dalam berapa banyak kolam renang yang akan Anda buat. Persamaan adalah 100 ekor kolam lele dibandingkan dengan ukuran 2x1x0, 6 meter. Ada dua teknik yang manufaktur kolam terpal di tanah dan penggalian kerangka kayu. Yang paling mudah adalah pembuatan bingkai kayu, tetapi yang paling tahan lama lahan tambang.
Bagaimana Meningkatkan lele

Isi kolam dengan air sekitar 40 cm untuk Afrika lele ikan ukuran 5-7 sehingga ikan tidak terlalu lelah untuk pergi keluar dan mematikan dari permukaan dasar kolam untuk mengambil oksigen. Jika pertumbuhan lele juga meningkatkan kedalaman air. Juga semacam penutup yang dapat menyembunyikan lele. Pakan setiap hari akan menjadi besar, tetapi jika dilakukan dua kali dalam porsi yang lebih kecil. Ada berbagai jenis pakan untuk ikan seperti pelet lele, siput, kerang, keong emas, rayap, dan banyak lagi. Makanan alami akan lebih baik karena memiliki kandungan protein yang dibutuhkan oleh pengembangan lele besar.

Budidaya lele dengan kolam terpal

Berikut adalah informasi mengenai budidaya lele dengan menggunakan kolam terpal.

Proses Pembuatan Kolam Dari Terpal
Hal paling utama untuk membuat kolam terpal tak lain adalah lahan yang digunakan. Seberapa luas lahan yang Anda miliki menjadi salah satu faktor penting seberapa banyak kolam terpal yang akan Anda buat. Perbandingannya adalah 100 ekor ikan lele dibanding dengan ukuran kolam 2x1x0,6 meter. Ada dua teknik pembuatan kolam yakni kolam terpal di taruh pada galian tanah dan dari rangka kayu. Yang paling mudah pembuatannya adalah dari rangka kayu tapi yang paling awet dari galian tanah.

Cara Budidaya Lele

Isi kolam dengan air kurang lebih setinggi 40 cm untuk ikan lele dumbo ukuran 5-7 cm agar ikan tidak terlalu capek karena naik turun dari dasar kepermukaan kolam untuk mengambil oksigen. Seiring pertumbuhan ikan lele kedalaman air juga ikut bertambah. Sediakan juga semacam penutup agar ikan lele dapat bersembunyi. Berikan pakan setiap dua hari sekali akan tetapi lebih bagus jika pemberian pakan dilakukan dua kali dalam porsi lebih sedikit. Ada berbagai jenis pakan untuk ikan lele seperti pelet, bekicot, kerang, keong emas, rayap, dan lain sebagainya. Makanan alami tentu lebih baik sebab memiliki kandungan protein yang besar dan dibutuhkan oleh perkembangan ikan lele.

Indonesia Masuk Urutan 15 Ekonomi Dunia

bandara-sub
JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan Indonesia masuk dalam urutan ke-15 dalam ekonomi dunia. “Ekonomi kita rata-rata tumbuh 6 persen setiap tahunnya, pertumbuhan positif yang tergolong tinggi,” kata SBY.

Itu disampaikan SBY  dalam pidatonya para acara peresmian program pengembangan Bandara Soekarno-Hatta (Soetta)  menjadi kawasan Aerotropolis, di Terminal 3, Bandara Soette, Tangerang, Banten, Kamis (2/8/2012).

Acara peresmian itu dihadiri Ketua MPR Taufik Kiemas,  Wakil Presiden Boediono, Menko Kesra Agung Laksono, Menko Polhukam Djoko Suyanto, Menteri Perhubungan,  termasuk Gubernur Banten Ratu Atut Chosyiah dan Direktur Utama PT Angkasa Pura II  PT Angkasa Pura II Tri S Sunoko.
SBY mengatakan dengan pertumbuhan ekonomi sebesar itu maka akan terjadi peningkatan kebutuhan, termasuk peningkatan kebutuhan penerbangan.

“Termasuk kebutuhan penerbangan dan kita harus menjawabnya, kita harus penuhi dalam penerbangan baik itu, baik sarana maupun prasarananya,” papar SBY. Kepala Negara mengatakan dirinya saat mudik Lebaran tahun lalu khususnya menyangkut jasa transportasi, ternyata jasa transportasi udara mengalami kenaikan.
“Saya dapat laporan rute Jakarta-Surabaya atau sebaliknya dengan menggunakan kereta api ternyata lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang menggunakan pesawat terbang,”
(johara/sir)

Patut Bersyukur Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Nomor Dua Setelah China

sby-100 

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)  mensyukuri atas pertumbuhan ekonomi Indonesia yang berada di nomor dua setelah China dalam kelompok negara-negara G-20.
 
“Jadi kita mesti bersyukur karena pertumbuhan ekonomi Indonesia berada pada urutan kedua setelah Tiongkok dalam kelompok negara-negara G-20,” kata SBY dalam pidatonya pada acara pada pemberian penghargaan pemerintah di bidang industri.
Acara yang berlangsung Istana Negara itu dihadiri Ibu Negara Ny Ani Yudhoyono, Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Perindustrian MS Hidayat dan sejumlah menteri lainnya, termasuk para pelaku industri.

Menurut Kepala Negara, pertumbuhan ekonomi sekarang ini harus dijaga dengan kerja keras, karena potensi negara kita cukup besar dengan sumber daya alamnya serta  pasar domestik yang besar dan akan terus berkembang kalau didayagunakan.
“Kita memang memiliki kekurangan dan kelemahan termasuk berbagai hambatan yang harus kita hadapi. Namun itu semua akan dapat diatasi kalau kita kerja keras,” saran SBY.
Dikatakannya, ada dua faktor untuk terus menjaga dan meningkatkan potensi ekonomi kita yakni, meningkatkan investasi khususnya di luar Pulau Jawa dan terus menciptakan inovasi wirausaha dan teknologi wirausaha.

Dalam laporan MS Hidayat mengatakan, penghargaan pemerintah di bidang industri ini terdiri dari enam jenis katagori, penghargaan upakarti diberikan kepada mereka yang memiliki dedikasi dalam pengembangan industri.
Kedua, penghargaan disain terbaik Indonesia, ketiga penghargaan kreasi prima, keempat penghargaan rintisan teknologi, kelima penghargaan cinta karya bangsa dan penghargaan industri hijau.
(johara/sir)

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam merawat ikan arwana

Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memelihara ikan arwana adalah kondisi air, wadah/media peliharaan, pakan, peralatan.

1. Kondisi Air
Air yang dapat digunakan untuk memelihara ikan arwana bisa menggunakan air sumur, air ledeng. Agar ikan arwana tidak stress air yang akan digunakan hendaknya disimpan/didiamkan selama semalam.

2. Wadah Pemeliharaan Ikan
Wadah Pemeliharaan ikan dapat menggunakan akuarium, akuarium yang akan digunakan harus bersih bebas dari kotoran dan lumut yang menempel. ukuran akuarium harus panjang dan lebar biasanya panjang akuarium 1- 1,5 m  dan lebar 50 - 75 cm

3. Pakan
Arwana senang bila diberi pakan hidup seperti ikan, udang, jangkrik, kodok. pakan yang digunakan harus bersih jangan membawa bibit penyakit. pakan yang diberikan harus disesuaikan dengan lebar bukaan mulut ikan arwana

4.  Peralatan
Pompa Air : Untuk mensuplai oksigen, sebagai sistem sirkulasi agar air tetap jernih.
Aerator : untuk mensuplai oksigen
Heater : Menstabilkan suhu

Tips Dan Cara Merawat Ikan Mas Jenis Koki

Ikan Mas Koki adalah salah satu jenis ikan hias yang hidup di air tawar, ikan mas koki ini biasanya di pelihara di aquarium. Keindahan warna dan bentuknya membuat ikan ini menjadi salah satu ikan peliharaan yang populer di tengah masyarakat. Namun ada hal yang penting untuk di perhatikan ketika kamu memelihara ikan mas koki ini, yaitu kesehatan ikan dan juga lingkungan tempat dimana ikan di pelihara. Berikut ini Artikel Hobi akan memberikan beberapa info tentang Tips Dan Cara Merawat Ikan Mas Jenis Koki.
Merawat Ikan Mas Koki
Berikut ini beberapa hal yang harus di perhatikan saat memelihara ikan mas koki :

1. Kondisi Suhu
Pastikan kondisi suhu air tempat ikan di pelihara aman untuk ikan tersebut, jaga suhu air jangan sampai berubah-ubah secara drastis, karena ikan mas koki tidak bisa hidup sehat di kondisi suhu air yang tidak stabil.

2. Tingkat keasaman di dalam akuarium
Untuk tingkat keasaman yang dibutuhkan oleh ikan mas koki adalah pH normal, dan biasanya pH normal tersebut dilambangkan dengan pH 7.

3. Bersihkan kandungan lumut di dalam akuarium
Rutin membersihkan aquarium dari lumut, karena lumut termasuk sejenis gulma yang sangat mengganggu baik kesehatan ikan juga akan merusak pemandangan di akuarium.

4. Penempatan dan penyinaran akuarium
Jika kamu menempatkan aquarium di dalam rumah, maka kamu harus memilih tempat yang tepat, karena selain mempermudah perawatan, ikan mas juga perlu cahaya yang cukup. Pada umumnya aquarium ditaruh di ruang keluarga, ruang santai, atau bisa juga di ruang tamu yang memiliki cahaya yang cukup.

Berternak Ikan Cupang

Siapa yang tidak mengenal ikan cupang? Ikan kecil yang sangat populer dikalangan para hobiis ini memiliki daya tarik tersendiri. Di pasaran terdapat dua jenis ikan cupang yakni cupang adu dan cupang hias. Varietas cupang hias dikenal dengan nama ilmiah betta splendens. Sedangkan cupang aduan ada berbagai macam varietas antara lain betta imbelis, betta rubra, betta unimacullata, dll. Namun kita akan membahas mengenai ternak cupang hias. Membedakan cupang hias dan cupang adu sangatlah mudah. Yakni dengan melihat penampilan fisik sang ikan.

Pada ikan cupang hias memiliki sirip dan ekor yang indah berwarna-warni. Cupang hias tidak harus berbuntut panjang sebab saat ini telah lahir strain baru yakni jenis plakat. Cupang jenis plakat sepintas mirip dengan cupang aduan namun memiliki bentuk tubuh yang lebih indah dan warna yang cemerlang. Cupang aduan secara general memiliki ciri fisik dengan bentuk tubuh yang kurang menarik dan biasanya berwarna gelap.


Prospek ikan cupang sebagai ikan hias sangatlah besar setiap harinya permintaan ikan hias ini cukup signifikan. Penikmatnya tidak hanya dikalangan anak kecil seperti jaman kakek kita kecil dulu. Ikan cupang kini digemari banyak orang dari berbagai usia, golongan dan segala lapisan segmentasi masyarakat. Pemasarannya tergolong mudah karena permintaan akan ikan ini terus mengalir. Serta jenis cupang hias juga sangat banyak, mulai dari jenis slayer, serit (crown tail), halfmoon, double tail/cagak, sampai jenis plakat. Ikan cupang memiliki tempat tersendiri dikalangan pecinta ikan hias. Perlu diingat bahwa ikan ini tidak mengenal musim seperti ikan louhan, diskus, tetra, dll.

Krisis ekonomi seperti saat ini juga menuntut kita untuk memutar otak guna mencari penghasilan tambahan. Salah satu alternatifnya adalah dengan menjadi breeder iakn cupang. Pekerjaan ini mungkin terlihat sepele bagi anda. Namun jika ini digarap dengan serius dan ketekunan, anda akan memperoleh hasil yang tidak mengecewakan. Ikan dari genus betta ini merupakan kerabat dekat gurami karena satu ordo yankni ordo labyrinth. Ikan cupang memiliki kemampuan untuk mengambil nafas langsung ke permukaan air. Hal ini berkat organ bernama labirin yang berada di insang iakan cupang

Budidaya Ikan Hias di Indonesia


Ikan hias
Budidaya ikan hias air tawar ternyata mampu memberikan kehidupan bagi banyak orang yang menekuninya. Selain orang suka akan keindahan ikan hias ,banyak pula  orang yang menggantungkan hidupnya dari membudidayakan dan memasarkan ikan hias yang jenisnya bermacam-macam. Tak jarang beberapa petani yang semula menekuni budi daya ikan konsumsi seperti ikan nila, ikan lele,gurame dan lain sebagainya beralih menekuni budidaya ikan hias.
Semua itu dilakukan karena potensi ekonomis budidaya ikan hias lebih menggiurkan dibandingkan dengan ikan konsumsi. Dengan pola pemeliharaan dan pemberian makanan yang hampir sama dengan ikan konsumsi , budidaya ikan hias mampu menghasilkan pemasukan yang lebih besar karena harga ikan hias lebih mahal. Kunci membudidayakan ikan hias adalah telaten dan senang di dalam memeliharanya.
Jika dibandingkan dengan budidaya ikan konsumsi pemeliharaanya hampir sama sedangkan masalah penjualan  biasanya ikan konsumsi dihargai dengan sistem kiloan, ikan hias dihargai dengan sistem per ekor, dengan demikian bisnis budi daya ikan konsumsi lebih menekankan kuantitas, sehingga memerlukan lahan yang luas dan sarana yang lebih banyak.
Hasil budi daya Ikan hias lebih menekankan kualitas sehingga bisa dilakukan di lahan sempit dan bisa dilakukan sebagai usaha sampingan. Jika tidak memiliki kolam yang luas, budidaya ikan hias bisa dilakukan di dalam akuarium atau bak semen yang cukup kecil. Jika lahan yang tersedia cukup kecil, kita harus lebih selektif dalam memelihara ikan hias. Ikan-ikan hias yang dipelihara cukup yang berkualitas bagus sedangkan yang berkualitas kurang bagus harus segera diafkir karena memakan tempat.
Jenis-Jenis Ikan hias
Ikan Hias Air Tawar


Budidaya Ikan Hias
Ada banyak jenis-jenis ikan hias air tawar yang bisa Anda pilih untuk dipelihara. Pada dasarnya memelihara ikan hias air tawar ini lebih mudah dibandingan dengan yang air laut.
Namun tetap Anda harus telaten terutama dalam memastikan kebersihan lingkungan hidup ikan hias ini. Ikan hias air tawar bisa Anda pelihara di kolam maupun akuarium.
Berikut ini adalah jenis-jenis ikan hias air tawar yang sering dipelihara:
* Ikan mas koki.
Ikan maskoki adalah ikan hias air tawar yang sering dipelihara. Bentuknya yang lucu dengan kepala yang biasanya dipenuhi benjolan membuat ikan ini tampak cantik saat berenang.
Ada banyak jenis ikan maskoki yang dibudidayakan. Anda bisa mendapatkannya di toko ikan hias di daerah Anda.
Saat memelihara ikan ini, Anda harus cukup telaten karena ikan ini sangat sensitif dan mudah mati.
* Ikan oskar.
Oskar adalah ikan hias yang juga cukup familiar di antara para penggemar ikan hias di Indonesia.

Ukurannya juga cukup besar, yaitu bisa mencapai 30cm. Ikan ini merupakan ikan yang pintar dan cukup mudah dibiakkan.
Namun Anda harus berhati-hati saat memelihara ikan hias ini. Jangan satukan oskar dengan ikan kecil lainnya karena bisa dimangsa oleh oskar.
* Ikan louhan.
Ikan ini sering dikaitkan dengan keberuntungan. Konon ikan ini katanya dapat memberikan hoki bagi Anda yang memeliharanya.
Ikan ini memiliki kepala yang menonjol besar, semakin besar semakin cantik rupanya. Ikan ini berasal dari negeri tetangga kita, Malaysia.
Ikan hias yang kecil dan lucu ini sering dijadikan ikan aduan oleh anak-anak. Ikan ini memiliki berbagai jenis dengan aneka warna yang menarik.
Memelihara ikan ini, Anda sebaiknya tidak menggabungkan beberapa ikan dalam satu akuarium. Hal ini dikarenakan sifat ikan cupang yang bisa menjadi ganas dan saling berkelahi satu sama lain.
Ikan yang mirip dengan ikan mas ini biasanya dipelihara di kolam. Tubuhnya yang dihiasi dengan warna-warna indah sangat menarik saat ikan ini berenang di kolam.
Begitu Anda melemparkan makanan ke kolam, ikan ini akan segera menyembur keluar untuk berebutan makanan.
Ikan Hias Air Laut
Selain ikan hias air tawar, ada jenis-jenis ikan hias air laut yang banyak dipelihara penggemar ikan hias.
Memelihara ikan hias air laut memang lebih sulit karena Anda harus menyediakan air laut secara berkala untuk menggantikan air yang sudah kotor. Ikan hias air laut biasanya dipelihara di akuarium yang dilengkapi dengan bunga karang.
Berikut ini adalah jenis-jenis ikan hias air laut yang sering dipelihara:
* Ikan anularis.
Anularis adalah ikan air laut yang cantik dengan bentuk pipih dan lebar. Tubuh ikan ini berwarna kuning. Di kedua sisi tubuhnya terdapat garis-garis yang berwarna biru.
* Ikan blue devil.
Walau namanya cukup ekstrim, namun ikan ini termasuk ikan hias yang cantik. Tubuhnya langsing dengan warna biru berbintik putih di bagian atas. Ikan ini cukup aktif  berenang di antara karang.
* Ikan botana.
Ada banyak jenis ikan botana yang bisa menjadi pilihan Anda, yaitu botana biru, botana kasur dan botana kacamata.
Tiap jenis ini memiliki ciri khasnya masing-masing. Misalnya botana biru, memiliki warna biru dengan bentuk tubuh yang agak bulat. Sedang botana kasur memiliki warna yang mirip dengan kasur.
* Ikan betmen. Ikan ini berwarna keemasan bergaris-garis biru dengan hiasan seperti topeng di matanya. Ikan ini merupakan ikan yang unik dan cukup digemari karena warnanya yang cantik.
Masih banyak jenis-jenis ikan hias baik itu ikan air tawar maupun laut yang sering dipelihara. Anda bisa melihat semua jenis ikan hias ini di toko ikan hias.
Saat menentukan jenis ikan hias yang akan dipelihara, hendaknya Anda memahami dahulu cara-cara memelihara jenis-jenis ikan hias ini.

Harga Pakan Mahal, Ternak Dijual Lebih Awal

Ilustrasi (JIBI/SOLOPOS/dok)
JOGJA-Musim kemarau menyebabkan ongkos budidaya hewan ternak melambung tinggi. Akibatnya, peternak harus menjual hewan ternak lebih awal.
Subingan, Peternak sapi dari Wonosari, Gunungkidul, mengungkapkan untuk memberi makan ternaknya, ia harus merogoh kocek sekita Rp10.000 per satu ekor kambing setiap hari.
Sedangkan seekor sapi setidaknya butuh Rp25.000 setiap hari. Padahal, jelang perayaan lebaran haji tahun ini, ia sedang mempersiapkan sedikitnya 97 ekor kambing dan 4 ekor sapi. Dengan jumlah itu, ongkos pakan ternak yang ia tanggung mencapai Rp1.070.000 perhari.
“Biaya pakan semakin mahal, kami pun mengejar penjualan hewan sedini mungkin untuk yang siap jual agar memperkecil pengeluaran pakan,” kata Subingan, Selasa (16/10/2012) kepada Harian Jogja.
Sukamto, pedagang sekaligus Ketua Komunitas Kelompok Petani Ternak Tiban Jogja mengakui target penjualan pedagang karena tingginya ongkos pakan berimbas pada kualitas ternak yang dijual.
Akibatnya,banyak tempat penjualan hewan ternak yang menjual sapi atau kambing dibawah standar. Ini dikarenakan pedagang kejar setoran.
“Meskipun usia hewan lebih muda, kami tetap mengejar target berat hewan ternak agar sesuai dengan standar,” ujar Sukamto di tempat penjualan hewan kurban, Utara Komplek balaikota Jogja.
Menjelang Idul Adha, pedagang mematok harga lebih tinggi 30% dari harga wajar. Untuk kambing dijual antara Rp1.400.000 sampai Rp2.900.000 perekor. Sapi antara Rp9.500.000 sampai Rp14.250.000 perekor.

sumber : http://www.harianjogja.com

Menhub Usul KAI Sediakan Angkutan Khusus Ternak

 
Kurnia Sari Aziza Menteri Perhubungan, EE Mangindaan saat meresmikan tiga kereta ekonomi AC baru.
JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perhubungan EE Mangindaan mengusulkan kepada PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk menyediakan angkutan khusus hewan ternak. Hal tersebut dilakukan agar kualitas hewan ternak tetap terjaga.
"Kita harus antisipasi layanan ternak menggunakan kereta api," kata EE Mangindaan di Kantornya, Selasa (16/10/2012).
Mangindaan menjelaskan nantinya gerbong kereta api disesuaikan dengan kebutuhan hewan ternak seperti sapi dan kambing. Hal ini dimaksudkan agar kondisi sapi dan kambing tidak mengalami stress pada waktu perjalanan.
"Agar dari tempat pemberangkatan, dan tempat tujuan, hewan ternak tetap sehat. Kemudian berat si sapi tidak berkurang," ujarnya.
Selain itu, Mangindaan menambahkan Kementerian Perhubungan menghimbau kepada operator untuk terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat baik angkutan penumpang ataupun barang. (Muhammad Zulfikar)
 
Sumber :
Editor :
Erlangga Djumena

MEMILIH BIBIT ITIK / BEBEK DALAM USAHA BUDIDAYA ITIK / BEBEK SECARA SEMI ITENSIF

Sebagian peternak menganggap Itik / Bebek petelur yang baik diperoleh dari pemeliharaan sejak day old duck (DOD). Alasannya sejak kecil mereka bisa beradaptasi dengan peternak dan lingkungan. Sebagian lain terpaksa membesarkan DOD karena di daerahnya tidak ada pedagang bibit Itik / Bebek siap telur. Alasan lainnya, membeli DOD (Rp3.500-Rp4.000/ekor), lebih murah ketimbang bibit Itik / Bebek siap telur, Rp25.000-30.000/ekor. Bagi yang bermodal cukup dan ingin segera memproduksi telur tidak ada salahnya memilih bibit siap telur. Metode inilah yang banyak dipilih peternak. Bibit siap telur, secara biologis telah waktunya berproduksi. Umumnya Itik / Bebek bertelur pada umur 6 bulan.
Beberapa jenis Itik / B ebek lokal, seperti Itik / Bebek Tegal, Mojosari, Magelang, Alabio, dan Bali bisa jadi pilihan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Misalnya, ukuran telur Itik / Bebek Magelang besar. Namun, karena postur tubuhnya besar, makannya pun banyak sehingga menambah biaya produksi. Hal ini bisa menjadi pertimbangan.
Paling ideal memilih jenis Itik / Bebek yang sentra bibitnya mendekati lokasi peternakan. Untuk Jawa Barat, dapat memilih Itik / Bebek Tegal. Di Jawa Timur, tersedia Itik / Bebek Mojosari. Peternak bisa datang langsung ke sentra Itik / Bebek tersebut untuk mencari pembibit yang terbaik. Sentra Itik / Bebek Mojosari ada di Desa Modopuro dan Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Selain di Desa Pesurungan Lor, Tegal, Itik / Bebek Tegal menyebar ke Pekalongan, Brebes, Cirebon, Indramayu dan Karawang. Sentra Itik / Bebek magelang antara lain berada di Kecamatan Muntilan. Di sentra itulah bibit DOD atau Itik / Bebek siap telur dipesan.
Bila yang dipilih DOD, hendaknya peternak mempelajari kualitas DOD yang baik. Pertama, perhatikan postur tubuhnya. DOD yang baik berbadan tegap, kaki dan paruhnya besar, serta tidak cacat. "Kadang perutnya besar, yang ini kurang bagus," ujar Suyono spesialis penetas Itik / Bebek Mojosari. Hindari memilih DOD jantan. Ciri-ciri DOD betina berbulu cokelat kemerahan, paruh hitam keputihan, suara nyaring, dan mukanya manis. Sedangkan jantan mempunyai ciri bulu cokelat kehitaman, paruh hitam kelam, suaranya agak serak, dan berwajah angker. Untuk lebih memastikan lihat dan bukalah kloakanya. Bila kedapatan penis, berarti jantan.

Sebelum mencapai dewasa, Itik / Bebek betina mempunyai tahapan pertumbuhan.

Pertumbuhan Itik / Bebek mojosari berturut-turut,
  • DOD (meri)
  • 1 bulan (seret)
  • 2 bulan (tepel)
  • 3 bulan (ngebung)
  • 4 bulan (cemong cukup)
  • 5 bulan (brahi)
  • 6 bulan (copot sikut), setelah tumbuh lagi disebut (melong). Itik / Bebek fase melong inilah yang dipilih sebagai Itik / Bebek siap telur.
Peternak pembesaran, biasanya menjual Itik / Bebek umur 5 bulan yang dinamakan klemis atau 6 bulan yang disebut siap telur. Di Mojosari harga klemis Rp16.000-Rp18.000/ekor dan Itik / Bebek siap telur Rp23.000—Rp24.000/ ekor. Siap telur bukan berarti sudah bertelur. Malahan peternak harus curiga kalau ada Itik / Bebek yang sudah bertelur di antara Itik / Bebek siap telur. Boleh jadi Itik / Bebek itu sudah setengah berproduksi. Pembelinya tinggal menunggu produktivitasnya yang cenderung turun.
Pilih bibit siap telur yang baik dengan tanda-tanda, bulu mulus, berkepala kecil, mata besar, paruh pipih, panjang dan lebar, serta badan ramping. Itik / Bebek seperti itu disebut bulu tipis. Sebaiknya dalam satu populasi Itik / Bebek yang dipelihara, perbedaan usianya tidak terlalu jauh. Maksimal 1-2 minggu saja. Hal ini untuk menciptakan keseragaman ritme rontok bulu dan stabilitas produksi.

Potensi Ternak Kambing

Indonesia dengan jumlah penduduk lebih dari 200 juta adalah pasar yang besar untuk produk daging. Konsumsi daging setiap tahunnya meningkat sebesar 4,2% per kapita. Kebutuhan ini semakin tinggi dengan adanya permintaan daging kurban pada hari Raya Idul Adha. Peningkatan konsumsi daging tersebut belum dapat diimbangi oleh peningkatan produksi. Apalagi, konstribusi daging ruminansia kecil pada konsumsi daging nasional hanya sebesar 6%.
Ternak hewan ruminansia berukuran kecil seperti kambing memiliki potensi cukup besar untuk dikembangkan sebagai sumber pedaging. Beberapa keuntungan beternak kambing, di antaranya hewan ini mudah beradaptasi dengan lingkunagn, dapat dipelihara di daerah kering (marjinal), kebutuhan modal lebih rendah dibandingkan hewan ternak ruminansia besar seperti sapi dan kerbau.
potensi ternak kambing
Untuk memenuhi kebutuhan daging kambing pada masa yang akan datang, salah satu alternatif yang dapat dilakukan adalah dengan mengembangkan ternak kambing secara konsepsional. Ada beberapa permasalahan yang dihadapi peternak, yaitu kurang lengkapnya informasi pasar akan sumber bibit yang bagus, cara beternak kambing yang benar, serta belum dimanfaatkannya potensi kambing, potensi pasar, dan potensi sumber daya manusia secara optimal.
Sumber: Buku Petunjuk Praktis Menggemukkan Domba, Kambing, dan Sapi Potong

Tips Membersihkan Kandang Kelinci

Lakukan pembersihan menyeluruh kandang kelinci anda setidaknya sekali seminggu. Namun, kandang kelinci anda mungkin memerlukan pembersihan menyeluruh lebih sering, tergantung pada ukuran kandang kelinci dan seberapa banyak sampah pada kandang kelinci anda. Jika Anda memiliki lebih dari satu kelinci, maka lakukan pembersihan kandang lebih sering. 

Pembersihan harian

·  Buang sisa makanan segar yang tidak dimakan (sayuran hijau, rumput dll) dari kandang setiap hari (idealnya pagi dan malam).
·  Cuci keluar mangkuk makanan, dan mencuci dan mengisi ulang botol air.
·  Anda bisa menyapu dasar kandang dan membersihkan kotoran yang lengket misalnya (kotoran akibat mencret, atau sisa makanan yang menempel didasar kandang. 

Pembersihan Mingguan
·  Buang semua kotoran yang ada didalam kandang kelinci dan lepaskan semua atribut untuk pembersihan secara total.
·  Mengelap bawah kandang dengan baik dengan air panas (menggunakan cuka untuk menghilangkan deposit urin).
·  Mencuci piring makan, botol air, rak jerami dan kotak sampah dengan air panas.
·  Membersihkan mainan atau perabotan yang telah kotor. 

Tips
·  Cuka dapat menjadi alterinative yang baik untuk membersihkan kandang kelinci. Garam kalsium yang terkandung dalam air seni kelinci dapat mengendap dan membentuk kerak yang sangat lengket pada kandang pada kandang. Namun, cuka melarutkan garam kalsium ini sangat baik. caranya campurkan sedikit cuka pada alat penyemprot yang berisi air, dan semprotkan pada bagian bawah kandang.
·  Untuk mempermudah membersihkan kelinci, hindari kandang yang terbuat dari kayu, karena akan lebih sulit dibersihkan.
·  Temukan waktu terbaik anda untuk membersihkan kelinci, setiap pagi atau malam.

Makanan yang Diolah dengan Proses yang Kejam

Jakarta, Beberapa orang mungkin kurang mempedulikan bagaimana proses pengolahan makanan lezat yang disajikan dihadapannya. Makanan yang terbuat dari bahan hewani kadang diproses menggunakan cara yang kejam dan mungkin menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan Anda.

Berikut 5 bahan makanan hewani yang seringkali diproses dengan cara yang kejam, seperti dilansir prevention, Senin (1/10/12) antara lain:

1. Daging sapi
Beberapa peternak daging sapi kadang memilih menggunakan teknik yang kejam untuk mematikan sapi sebelum diambil dagingnya. Bahkan kasus yang pernah ditemui di California, beberapa peternakan menggunakan metode kejut listrik berulang kali sampai sapi mati dan siap dipotong.

Tetapi kasus yang sering terjadi di Indonesia, para peternak kadang melakukan kecurangan dengan memberi minum yang terlalu banyak kepada sapi sebelum dipotong. Tujuannya adalah untuk mendapatkan daging sapi yang lebih berat ketika ditimbang.

Untuk menghindari bahaya yang mungkin timbul akibat mengonsumsi daging sapi yang dipotong dengan cara yang tidak wajar, hindari membeli daging sapi impor. Belilah daging sapi di pasar lokal yang berasal dari peternakan sapi yang telah terpercaya.

2. Telur
Ayam yang dibesarkan di peternakan yang tidak terawat, biasanya ditempatkan dalam kandang yang sempit dan membuat telur-telur yang dihasilkannya bersinggungan dengan kotorannya sendiri. Hal ini akan meningkatkan risiko terpaparnya telur oleh bakteri salmonella dari kotoran hingga 21 kali lipat, menurut penelitian tahun 2008 di Belgia.

Pilihlah telur yang berlabel organik karena ayam dibesarkan dengan menggunakan pakan unggas yang tidak mengandung arsenik atau obat antidepresan. Beberapa peternakan menggunakan obat-obatan tertentu yang dicampurkan dalam air minum ayam untuk mendapatkan telur yang berukuran besar.

3. Daging sapi muda
Kebanyakan anak sapi yang dipotong untuk dimanfaatkan dagingnya adalah sapi jantan, karena tidak dapat memproduksi susu yang menjadi tujuan peternak susu sapi. Sapi-sapi jantan tersebut kemudian dipisahkan dari induknya beberapa hari setelah lahir dan diberikan susu formula.

Anak sapi jantan biasanya akan dipotong setelah berusia 5 bulan dan dagingnya digunakan untuk bahan makanan seperti sate sapi muda dan sebagainya. Jika Anda tidak tega menyantapnya, pilihlah alternatif makanan lain seperti jamur, paprika merah dan roti gandum untuk mendapatkan kalori yang hampir sama dengan sapi muda.

4. Sirip ikan hiu
Anda perlu mengetahui bagaimana proses pengolahan sup sirip ikan hiu yang terkenal lezat tersebut. Sirip ikan hiu dipotong di perairan terbuka, kemudian hiu dilepaskan kembali ke laut yang mungkin dapat tenggelam sesudahnya atau mati karena kehabisan darah.

Sehingga hal ini juga dapat menyebabkan populasi ikan hiu terancam punah. Untuk mendapatkan manfaat yang sama lezatnya dengan sup sirip ikan hiu, Anda dapat memilih makanan laut lain seperti kerang dan ikan salmon.

5. Lobster dan kepiting
Sebuah penelitian terbaru dalam jurnal Animal Behavior menunjukkan bahwa lobster dan kepiting bisa merasakan tanda-tanda sakit dan stres karena memiliki sistem saraf pusat. Sehingga lobster dan kepiting dapat merasakan sakit ketika dimatikan untuk diolah menjadi makanan.

Anda dapat memilih makanan laut lain seperti kerang atau untuk mendapatkan manfaat asam omega-3 yang hampir sama dengan lobster dan kepiting, pilihlah omega-3 dari sumber nabati seperti minyak biji rami.

Cara Memilih Bibit Ternak Sapi Potong

Beternak sapi potong ada dua tujuan pertama bertujuan untuk pembibitan yaitu diambil atau dikembangkan diambil peranakannya sedangkan yang kedua adalah dengan cara penggemukan yaitu diambil produksi dagingnya, untuk itu maka dalam memilih bibit harus sesuai dengan kreteria tujuannya pokok, para konco tani pendengar Fast FM yang berbahagia dalam pemelihan bibit ternak sapi ada beberapa ciri yaitu :
  1. Mulut dicari yang datar/papak
  2. Kepala diusahakan yang besar sesuai dengan badannya dan bangsa
  3. Leher besar dan bergelambir terutama yang j antan
  4. Punggung dipilih yang datarjangan yang melengkung
  5. Ekor kalau jenis dari sapi sub tropis dari pangkal ekor sampai ujung besarnya hampir sama
  6. Ekor untuk sapi tropis biasanya lebih atau keadaannya merit
  7. Perut diusahakan pilih yang iganya/tulang rusuk jangan terlalu melengkung
  8. Kaki dicari yang tegak dan besar
  9. Alat kelamin/reproduksi jantan (testis ada 2 buah ) betina lengkap (ambing besar puting ada 4 buah)
Selain tersebut diatas yang perlu diperhatikan yaitu :
  1. Menentukan umur (bisa melihat gigi)
  2. Membedakan jenis kelamin
  3. Melihat bentuk badan (dari atas,depan dan samping)
  4. Melihat bentuk ambing apabila ternak tersebut sapi perah
  5. Informasi tentang silsilah ternak tersebut menggunakan recording (catatan ternak) diusahakan beli bibit jangan inbriding (minimal sampai keturunan yang ke 6 )
Demikianlah sekelumit materi yang disampaikan pada saat bincang agribisnis oleh narasumber Sucipto, S.Pt, M.Si dan Ir. Agus Tri Widodo Saputro, MP, semoga dengan informasi yang disampaikan kepada para peternak dapat bermanfaat.

Budidaya Ikan Lele Dumbo Dengan Kolam Terpal Plastik

Ikan Lele merupakan keluarga Catfish yang  memiliki jenis yang sangat banyak, diantaranya Lele Dumbo, Lele Lokal, Lele Phyton, Lele Sangkuriang dan lain-lain. Pada tulisan terdahulu sudah dituliskan mengenai Budi Daya Ikan Guramih Pada Kolam Terpal, pada kesempatan ini akan dibahas BUDI DAYA IKAN LELE DUMBO pada Kolam terpal. Budi Daya Ikan Lele dumbo relatif lebih mudah dan sederhana jika dibandingkan dengan budi daya guramih. Pada dasarnya metode Budidaya ini adalah solusi untuk beberapa kondisi antara lain lahan yang sempit,  modal yang tidak terlalu besar dan solusi untuk daerah yang minim air. Lele Dumbo merupakan ikan yang memiliki beberapa keistimewaan dan banyak diminati orang.

Aneka masakan dari lele bisa diperoleh dengan mudah, rasa daging yang lezat dan gurih membuat bisnis budi daya lele menjadi peluang usaha yang cukup menjanjikan keuntungan.Olahan Ikan lele misalnya pecel lele, abon lele, dan keripik kulit lele. Selain itu Lele dumbo lebih mudah dipelihara dan cepat dalam pertumbuhannya. Dengan kondisi air yang “buruk” Lele dumbo bisa bertahan hidup dan berkembang dengan baik, dengan demikian solusi pemeliharaan lele dumbo dengan terpal menjadi alternatif yang perlu dicoba. Budidaya Ikan Lele dumbo dengan Kolam terpal mendatangkan peluang usaha yang cukup menjanjikan dan tidak memerlukan modal usaha yang besar. Analisis budidaya Lele Dumbo dapa dilakukan dalam berbagai model untuk konsumsi dan pembibitan.

Model Budi Daya Lele Dumbo

Peluang usaha Budidaya lele dumbo dengan kolam terpal dapat dilakukan dalam beberapa bentuk antara lain, tujuan pembibitan dan tujuan konsumsi. Budi daya Ikan Lele Dumbo sebagai bibit merupakan upaya memenuhi kebutuhan bibit yang terus meningkat seiring dengan permintaan Ikan Lele Dumbo Konsumsi. Budidaya Ikan Lele Dumbo Konsumsi merupakan upaya memelihara Ikan Lele Dumbo sampai ukuran dan bobot tertentu. Biasanya dari berat 1 ons per ekor ikan lele dumbo sampai 1 kg per ekor. Ukuran Lele Dumbo 1 Kg /ekor  ke atas biasanya digunakan padakolam pemancingan yang berisi Lele dumbo.

Salah Satu Model Kolam Terpal Lele Dumbo


Budidaya Lele Dumbo Untuk Pembibitan

Peluang Usaha Budidaya Lele dumbo Untuk tujuan pembibitan bisa dilakukan antara lain:
  • Pemijahan dan penetasan telur lele dumbo, setelah menetas bisa dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihara lagi sampai besar. Karena bibit lele dumbo baru menetas sudah bisa dijual, sehingga merupakan peluang usaha bagi yang memilih menekuni bidang ini. Jika lahan yang tersedia sempit solusi ini bisa menjadi alternatif. Modal untuk usaha ini hanya tempat dan indukan lele dumbo. Bibit Lele dumbo baru menetas biasanya dihargai berdasarkan perkiraan jumlah anakan Lele Dumbo, yang ditentukan berdasarkan bobot induk dan jumlah induk Lele Dumbo.
  • Penyediaan Bibit Ukuran 2-3 cm, dalam kurun waktu satu bulan setelah menetas bibit lele dumbo telah mencapai ukuran 2-3 cm dan siap untuk dijual ke pasaran. Pembesaran benih lele dari menetas hingga ukuran ini idealnya ditempatkan pada kolam lumpur atau sawah, sehingga memerlukan lahan yang relatif luas. Meski di kolam terpal tetap bisa dilakukan tetapi tidak bisa dalam jumlah yang besar, meski demikian peluang usaha tetap terbuka. Pembesaran Lele Dumbo pada bak  atau kolam terpal pada ukuran ini memerlukan makanan tambahan berupa pelet buatan pabrik.
  • Penyediaan Bibit ukuran 5-7 cm, pada ukuran 5-7 cm benih lele dumbo siap dijual sebagai bibit yang mendatangkan peluang usaha. Biasanya ukuran ini dipelihara oleh peternak sampai ukuran layak konsumsi.

Pemeliharaan Lele Dumbo Untuk Konsumsi

Lele dumbo untuk keperluan konsumsi biasanya dipelihara mulai dari ukuran 5-7 cm atau lebih besar, untuk hasil panen cepat bisa dilakukan dalam waktu 2 bulan dengan pemberian makanan yang ekstra dan optimal. Peluang usaha budidaya lele dumbo untuk konsumsi ini relatif lebih mudah karena ukuran lele yang besar lebih tahan terhadap penyakit, dan tingkat hidup lebih tinggi. Untuk mendapatkan ukuran lele dumbo yang lebih besar memerlukan waktu 3 sampai 4 bulan.

Persiapan Pembuatan Kolam Terpal

Persiapan untuk budi daya lele dumbo dengan kolam terpal meliputi persiapan lahan kolam , persiapan material terpal ,dan persiapan perangkat pendukung. Lahan yang perlu disediakan disesuaikan dengan keadaan dan jumlah lele yang akan dipelihara. Untuk Pembesaran sampai tingkat konsumsi bisa digunakan lahan dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter, yang bisa diisi dengan 100 ekor lele dumbo ukuran 5-7 cm. Model pembuatan kolam bisa dengan menggali tanah kemudian diberi terpal atau dengan membuat rangka dari kayu yang kemudian diberi terpal. Cara pertama lebih membuat terpal tahan lebih lama.

Pemeliharaan Lele Dumbo

Pertama kali kolam terpal diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebh dahulu, untuk lele dumbo ukuran 5-7 cm bisa diisi air 40 cm terlebih dahulu, agar ikan tidak terlalu capek naik dan turun dasar kolam untuk mengambil oksigen, seiring dengan bertambahnya usia dan ukuran kedalaman air ditambah. Perlu disediakan pula rumpon atau semacam perlindungan untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah yang tertutup.
Pemberian pakan dilakukan dengan pemberian pelet sehari dua kali, lebih bagus lagi lebih dari dua kali tetapi dalam jumlah yang lebih sedikit. Jika di lingkungan tersedia pakan alami seperti Bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, bisa diberikan makanan alami tersebut. Makanan alami selain bisa menghemat pengeluaran juga memiliki kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele dumbo lebih cepat. Selain itu ada beberapa teknologi yang bisa dipakai untuk mempercepat pertumbuhan ikan lele dan ikan lainnya.
Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air yang kotor. Pada usia satu bulan atau jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular. (Galeriukm)

Ribuan Ternak Diperkirakan Lolos Pemeriksaan


TANGERANG SELATAN, KOMPAS.com — Balai Pengembangan Peternakan dan Pelayanan Kesehatan Hewan (BP3KH) Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Provinsi Banten memastikan banyak pengangkut hewan potong lolos dari pos pemeriksaan di Cilenggang, Serpong, Tangerang Selatan (Tangsel).
Ribuan ternak siap dipasarkan lolos dari pemeriksaan kesehatan karena para pengemudi truk sengaja memilih jalur ilegal, seperti Pamulang dan Setu.
"Petugas kami menemukan adanya pengiriman hewan potong untuk kebutuhan Ramadhan dan Lebaran ke wilayah Tangerang dan Jakarta tanpa lewat pos check point ini. Mereka sengaja mengambil jalan pintas untuk menghindari pemeriksaan petugas," kata Hardi Purwo, petugas Medik Veteriner Check Point Kesehatan Hewan, Cilenggang, Serpong, Senin (13/8/2012).
Menurut Hardi, banyaknya jalur masuk ilegal membuat pengawasan kurang. Sementara truk yang masuk jalur ilegal itu bertujuan menghindari pemeriksaan dokumen.
Menurut Hardi, di chek point, petugas akan memeriksa kelengkapan dokumen, termasuk kesehatan hewan. Sejumlah dokumen yang diperiksa antara lain surat keterangan kesehatan hewan (SKKH) dari daerah asal serta pemeriksaan fisik hewan.
"Masalah yang kami khawatirkan, hewan potong yang lolos ini mengandung bibit penyakit," kata Hardi.
Untuk itu, Hardi menjelaskan, pihaknya berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Tangsel melakukan pemeriksaan secara langsung di tempat pemotongan hewan dan lapak penjual daging.
Editor :
Agus Mulyadi

Pinrang Maksimalkan Potensi Peternakan



PINRANG, FAJAR -- Kabupaten Pinrang berada di urutan kedua dalam populasi/rumah tangga pemelihara ternak di Sulsel. Jika dimaksimalkan, peluang daerah ini menggeser posisi Kabupaten Sidrap di urutan pertama, terbuka lebar.

Upaya ke arah itu kini dilakukan Pemkab Pinrang. Selasa, 5 Juni, pemkab menandatangani kerja sama sekaligus rapat evaluasi bidang perekonomian/workshop pengembangan peternakan terintegrasi menuju kemandirian ekonomi masyarakat Pinrang di aula kantor bupati.

Acara sehari yang dibuka Wakil Bupati Pinrang, Kaharuddin Machmud, dihadiri Kepala Balitnak Kementerian Pertanian, Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sulsel, Konsultan ahli Pemkab Pinrang Bidang Peternakan, Kadis Pertanian dan Peternakan, serta undangan lainnya.

Wabup Pinrang, Kaharuddin Machmud mengatakan, dengan terwujudnya kerja sama antara Pinrang dengan Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Bogor, membuktikan kepedulia pemerintah dalam mengembangkan peternakan terpadu dengan penerapan inovasi teknologi. “Sesuai visi kita terwujudnya masyarakat yang maju, mandiri dengan pola agribisnis dan agroindustri peternakan yang ramah lingkungan,” ujarnya.

Namun demikian, sambungnya, itu bisa tercapai apabila semua potensi yang dimiliki daerah ini dimanfaatkan secara maksimal. Sementara itu, Dr Nasrullah, M.Sc, dari Balitnak Bogor mengatakan, dari hasil penelitian, Pinrang merupakan daerah yang terpilih di KTI untuk dikembangkan potensi ternaknya. “Potensi peternakan di daerah ini sangat menjanjikan,” katanya.

Sedang pemateri lainnya, Prof Dr Ir Jasmal Syamsu,M.Si (ahli pakan ternak) memaparkan potensi peternakan di Pinrang, untuk kategori populasi/rumah tangga pemelihara, menduduki posisi kedua setelah Sidrap. (nas/ars)


sumber http://www.fajar.co.id