Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Tampilkan postingan dengan label bebek. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label bebek. Tampilkan semua postingan

Budidaya Itik Peking




I.1. Latar Belakang.
Seperti kita ketahui bersama, bahwa perkembangan Perunggasan sejak awal
tahun 2004 telah banyak didera dengan berbagai cobaan yang banyak mengakibatkan
terpuruknya usaha di bidang Perunggasan, baik itu Peternak Ayam Ras (Ras
Petelur/Pedaging), Ayam Buras maupun Peternak Itik. Dimulai dengan adanya
serangan penyakit Unggas yang terkenal ganas yaitu penyakit Avian Influenza atau
yang lebih populer dengan sebutan penyakit Flu Burung sampai dengan kenaikan
harga bahan baku pakan ternak maupun pakan ternak jadi akibat kenaikan harga
Bahan Bakar Minyak, kondisi seperti itu dirasa sangat menekan terhadap
perkembangan perunggasan secara menyeluruh.

Pembangunan sub sector Peternakan tidak bisa terlepas dari kegiatan
Pembangunan Pertanian, karena Pembangunan sub sector Peternakan merupakan
bagian dari Pembangunan Pertanian, hal ini sejalan dengan apa yang telah
dicanangkan oleh Bapak Presiden Republik Indonesia pada tanggal 11 Juni 2005
tentang Revitalisasi Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (RPPK) dimana Peternakan
termasuk didalamnya.

Apabila kita amati bersama dari kondisi yang telah terjadi dalam
Pengembangan Pembangunan Peternakan focus yang paling menonjol dan perlu
mendapat perhatian serius adalah komodity Perunggasan, hal ini disebabkan dengan
banyaknya kasus penyakit AI maupun kenaikan harga pakan serta penurunan minat
masyarakat terhadap budi daya unggas terutama unggas berupa Ayam Buras, malahan
tidak sedikit kasus penyakit AI ini yang menyerang terhadap manusia, sehingga
Pembangunan Perunggasan perlu disikapi dengan arif dan selectif serta harus bias
menciptakan terobosan alternative untuk mempercepat pemenuhan kebutuhan daging
yang berasal dari Unggas.

Dari pengalaman di lapangan ternyata ada komodity lain selain ayam ras
pedaging yang mempunyai kemampuan untuk menghasilkan daging dengan waktu
cepat serta kualitas yang tidak kalah dengan ayam ras pedaging yaitu Unggas Air
berupa Itik Peking (Peking Duck). Dimana Peking Duck mempunyai kemampuan untuk
menghasilkan produksi daging kurang dari 2 bulan bisa menghasilkan berat badan
sekitar 3 – 3,3 kg, sehingga sudah siap untuk dipotong.Hal ini telah dibuktikan oleh
Peternak di Kapetakan Kecamatan Kroya Kabupaten Cirebon dimana Itik Peking umur
53 hari bisa mencapai berat badan sekitar 3,25 kg.seperti yang telah dibuat dalam
Harian Kompas terbitan Juni 2007.

Dengan melihat kondisi seperti tersebut diatas kami mencoba membuat tulisan
mengenai budi daya Itik Peking dalam rangka Akselerasi Pembangunan Peternakan
Unggas Air untuk pemenuhan kebutuhan akan daging dalam waktu yang relative cepat,
mudah dan bisa dikembangkan oleh Masyarakat di Pedesaan.

1.2. Maksud dan Tujuan.
Maksud dari pola pengembangan pemeliharaan Itik Peking ini tiada lain:
 Untuk mencari alternative terobosan dalam rangka mempercepat produksi
daging yang berasal dari Unggas Air (Itik).
 Merubah Pola Usaha Unggas Air (Itik) dari yang Nomaden kearah yang Intensif.
 Menjadikan usaha Unggas Air (Itik) menjadi usaha Pokok Masyarakat.
 Menciptakan peternak yang mandiri dan berkualitas (Peternak Tangguh).
 Menyediakan permintaan pasar terutama permintaan daging Itik yang
bekualitas.
Sedangkan tujuan dari budi daya Itik Peking (Peking Duck) ini antara lain:
 Meningkatkan produksi daging Itik yang berkualitas.
 Meningkatkan pendapatan dari para peternak Itik.
 Menyediakan lapangan kerja bagi masyarakat pedesaan.
 Mengurangi tingkat pengangguran.
 Memperkenalkan usaha peternakan Itik jenis Pedaging yang bisa menghasilkan
daging kualitas prima dalam waktu relative singkat
 Disamping penyediaan daging, juga bisa menghasilkan bulu Itik (Feathers
Duck) sebagai bahan kerajinan seperti Shutle Cok, Jok Kursi, Kamoceng dll.

1.3.Permasalahan.
Dalam setiap kegiatan, tentunya selalu timbul permasalahan baik permasalahan
yang besar maupun pemasalahan kecil, dan setiap permasalahan perlu dicarikan
alternative pemecahannya. Masalah Itik Peking ini ada sedikit permasalahan yang
kiranya perlu diambil langkah-langkah untuk mencapai keberhasilan dan yang timbul
pada saat ini diantaranya:
 Permintaan Daging Itik Peking di pasaran cukup tinggi,tetapi sumber pasokan
daging pada saat ini masih mengandalkan kepada daging Import.
 Budi Daya Itik Peking pada saat ini masih dikuasai oleh Pengusaha Besar,
sedangkan peternak di pedesaan masih relative sedikit.
 Penyediaan bakalan (DOD) peking masih bersifat tertutup, belum secara
mudah didapatkan oleh masyarakat luas.

BAB II.

POLA PENGEMBANGAN BUDI DAYA IITIK PEKING (PEKING DUCK).

2.1.Systim Pemeliharaan.
Untuk menentukan suatu bentuk usaha terutama dalam usaha ternak Itik, maka
yang pertama kali diperhatikan yaitu tujuan usaha, apakah tujuannya untuk
menghasilkan daging konsumsi atau mau menghasilkan bibit supaya untuk langkah
selanjutnya bisa ditentukan system pemeliharaan yang akan diambil.

Dalam usaha perunggasan terutama Unggas Air (Itik) dikenal dengan systim
pemeliharaan yaitu:
 Systim Pemeliharaan Extensive.
 Systim Pemeliharaan Semi Intensive.
 Systim Pemeliharaan Intensive.

Systim Pemeliharaan Extensive, dimana pada system ini ternak-ternak
dipelihara dengan cara diabur/digembalakan tanpa memperhatikan kandang maupun
makanan, karena ternak-ternak tersebut dilepas di tempat-tempat yang mempunyai
sumber pakan alami misalnya didaerah-daerah pesawahan yang baru panen.
Pemeliharaan ini dilaksanakan oleh para peternak yang bersifat tradisional dan
Nomaden , kondisi ini banyak ditemukan di daerah Jawa Barat Bagian Utara, karena
daerah Pantura ini merupakan daerah pesawahan yang cukup luas sehingga menjadi
potensi bagi pengembangan Itik dengan system Extensive.

Pemeliharaan dengan system Semi Intesive, dimana ternak-ternak yang
dipelihara sudah memperhatikan kandang ternak dan diberi makan tetapi sewaktuwaktu
dilepas untuk mencari makan sewaktu ada peluang pada saat panen padi
ataupun pada tempat-tempat yang mempunyai potensi sumber pakan yang alami
Sedangkan Pemeliharaan yang Intensive, ternak-ternak peliharaan selalu
ditempatkan dikandang dan diberi makan secara terus menerus serta sudah
memperhatikan aspek-aspek teknis pemeliharaan ternak secara ilmiah dan sudah
menggunakan teknologi-teknologi yang dianjurkan.

Untuk pemeliharaan Itik Peking (Peking Duck), lebih tepat apabila dilaksanakan
dengan system Intensive, hal ini disebabkan Itik Peking (Peking Duck) merupakan Itik
Ras Pedaging yang mempunyai kemampuan kecepatan pertumbuhan dalam waktu
yang relative singkat, dimana dalam kurun waktu pemeliharaan kurang dari 2 (dua)
bulan berat badannya sudah bisa mencapai diatas 3 kg dengan kondisi makanan yang
baik dan Itik sudah siap dijual sebagai Itik Pedaging, dengan kualitas daging yang
prima.

Dalam usaha Budi Daya Itik Peking (Peking Duck) ini dikenal beberapa tahapan
pemeliharaan, terutama untuk usaha budi daya Pembibitan sedangkan untuk budi daya
Penggemukan (penghasil daging) hanya dikenal 1 (Satu) tahapan Pemeliharaan.

2.2. Tahapan Pemeliharaan Pembibitan.
a.Pemeliharaan Anak (Masa Starter).
Pemeliharaan anak/masa starter dimulai pada saat Itik Peking (Peking Duck)
berumur 1 hari sampai umur 60 hari, dimana anak-anak Itik dipelihara dalam kandang
khusus yaitu untuk kandang anak dengan memakai pemanas/induk buatan dalam
rangka menghangatkan tubuh dari anak Itik tersebut, hal ini disebabkan pada umur 1 –
14 hari anak itik tidak tahan dengan cuaca dingin karena belum dilengkapi dengan bulu
yang sempurna untuk menahan dingin, sehingga perlu adanya bantuan induk buatan
sebagai penghangat tubuh, serta anak Itik diberi makan khusus yaitu pakan anak yang
mempunyai kandungan protein sekitar 19 – 21 % kadar protein dan lebih dikenal
dengan makanan “Starter”.

Setelah umur 14 hari anak Itik tersebut sudah mampu untuk menahan hawa
dingin sehingga tidak perlu lagi dibantu dengan induk buatan(pemanas), dikandang ini
bisa dipelihara sampai umur 60 hari bagi pemeliharaan Pembibitan, selanjutnya setelah
umur diatas 60 hari dipindahkan ke kandang masa pertumbuhan (Grower).
Untuk pemeliharaan anak ini bisa dalam bentuk postal ataupun menggunakan
kandang Box, untuk kandang Box biasanya dilakukan pada umur 1 – 14 hari
sedangkan dari umur 15 – 60 hari dilaksanakan pada kandang postal karena badan itik
sudah mulai besar .Kapasitas kandang pada periode ini yaitu 10 – 15 ekor/m2.

b.Pemeliharaan Masa Pertumbuhan (Periode Grower).
Periode pemeliharaan Itik Peking pada masa pertumbuhan/masa Grower, perlu
diperhatikan ternak yang dipelihara, karena pada masa ini yang banyak dipelihara
adalah Itik Peking (Peking Duck) Betina seabagai calon Bibit pengganti /Replecement
Stock atau persediaan Bibit dan juga Itik Peking Jantan yang berfungsi sebagai
pejantan pengganti.

Untuk mempersiapkan peremajaan bibit, maka perlu dipersiapkan bibit
pengganti yang mempunyai kelebihan/keunggulan tertentu sebagai bibit pengganti,
baik jantan maupun betina dengan sex ratio 1 : 4 ( 1 Jantan 4 betina).
Pada periode ini Itik yang dipelihara berumur antara 61 hari sampai dengan 150
hari,sedangkan kapasitas kandang pada masa ini sekitar 6 – 8 ekor/m2.

c. Pemeliharaan Peking Duck Layer/Periode bertelur.
Itik Peking/Peking Duck yang sudah berumur 5 bulan atau lebih baik jantan
maupun betina dikatagorikan sebagai Itik Layer karena pada saat ini kondisi Itik sudah
bersiap-siap untuk memproduksi telur, ada yang mulai umur 5,5 bulan atau 6 bulan
tetapi secara umum mulai bertelur normal pada umur 6 bulan.
Itik-itik tersebut ditempatkan pada kandang khusus, yaitu kandang Itik Dewasa ,
kandang itik ini dilengkapi dengan tempat bertelur serta kandang umbaran atau
lapangan tempat bermain yang dilengkapi dengan kolam/saluran air yang berfungsi
untuk mandi Itik dan mendinginkan tubuh pada saat siang hari dengan sex ratio sekitar
1 : 4 ( 1 jantan 4 betina). Ternak-ternak ini berfungsi sebagai bibit penghasil telur yang
siap untuk ditetaskan sebagai sumber DOD yang dipasarkan untuk bakalan
pemeliharaan Itik Peking.Kapasitas dikandang dewasa sekitar 3 – 5 ekor.

2.3. Tahap Pemeliharaan Penggemukan.
Untuk Pemeliharaan Itik Peking/Peking Duck dengan tujuan penggemukan
hanya dilaksanakan dalam 1 (satu) masa pemeliharaan yaitu dari Itik berumur 1 (satu)
hari sampai Itik Peking tersebut siap dijual. Dengan makanan dan pemeliharaan yang
baik ,berat badan Itik Peking yaitu mencapai sekitar 3,3 kg selama pemeliharaan
kurang lebih 55- 60 hari yaitu mulai umur 1 hari sampai umur 55 hari.
Pada umumnya Itik-Itik yang dipelihara untuk tujuan ini adalah Itik Peking yang
jantan, tetapi yang betinanyapun mempunyai kemampuan yang sama dengan yang
jantan hanya berbeda sedikit saja dalam hal berat.
Kalau kita bandingkan antara waktu pemeliharaan dengan hasil produksi daging
yang dihasilkan antara Itik Peking/Peking Duck dengan Ayam Ras Pedaging akan lebih
unggul Itik Peking, dimana untuk Itik Peking dengan waktu Pemeliharaan sekitar 53 –
55 hari bisa menghasilkan daging berat hidup sekitar 3,3 kg, sedangkan untuk Ayam
Ras pedaging dengan jangka waktu pemeliharaan sekitar 32- 35 hari menghasilkan
daging berat hidup sekitar 1,2 – 1,5 kg,sehingga apabila kita bandingkan dengan waktu
yang sama maka akan diperoleh berat daging Itik Peking melebihi berat dari pada
Ayam Ras Pedaging. Silahkan Coba.

2.4. Systim Perkandangan.
Systim perkandangan dalam budi daya Itik Peking/Peking Duck bisa dikenal 3
tipe kandang diantaranya:
 Tipe Kandang Battery.
Dalam tipe kandang ini, ternak dikandangkan satu persatu dalam satu kotak
dengan ukuran yang hanya cukup untuk 1 ekor Itik Peking/Peking Duck Dewasa,
dengan ukuran kandang panjang x lebar x tinggi ( 45 x 45 x 35 Cm). Dengan tipe
kandang ini biaya untuk kandang relative lebih tinggi apabila dibandingkan dengan tipe
kandang yang lain.
Dengan tipe kandang battery ini, maka sistim perkawinannya harus
menggunakan kawin buatan (Insiminasi Buatan) yang dilakukan oleh tenaga manusia
yang ahli dalam Insiminasi Buatan dengan istilah Insiminator.
Pada tipe kandang ini kondisi ternak maupun produksi telur dari pada Itik
Peking/Peking Duck bisa terkontrol secara satu persatu, apakah produktivitasnya tinggi
atau rendah, begitu juga dalam pengontrolan penyakitnya akan lebih mudah terkontrol.
 Tipe Kandang Postal.
Dalam usaha ternak Itik yang menggunakan tipe kandang Postal, dimana
ternak-ternak peliharaan ditempatkan dalam satu ruangan besar dengan jumlah ternak
tertentu, dimana pemberian makan dan minuman ditempatkan didalam ruangan
kandang, sehingga ternak itik yang dipelihara selalu berada didalam ruangan, biasanya
tipe ini dalam pemeliharaan Itik hanya digunakan untuk Itik Starter dan Grower/Masa
pertumbuhan tetapi adakalanya digunakan untuk Itik Periode Layer.
Kapasitas Itik untuk tipe kandang Postal ini tergantung dari pada jenis Itik yang
dipelihara apakah jenis Itik Starter atau Itik Grower, untuk umur Itik periode sstarter
kapasitas kandang yang digunakan yaitu sekitar 10 – 15 ekor/m2, sedangkan apabila
digunakan untuk preiode grower yaitu sekitar 6 – 8 ekor/m2, seandainya digunakan
untuk periode layer kapasitas kandang sekitar 3 – 5 ekor/m2.
 Tipe Kandang Ranch.
Tipe kandang ranch ini merupakan pengembangan dari tipe kandang Postal,
dimana dalam kandang tipe ranch ini selain ada ruangan tempat ternak juga dibagian
luar/dihalaman depannya disediakan halaman tempat bermain yang biasa dikenal
dengan nama kandang Umbaran yang dilengkapi dengan saluran air atau kolam, yang
berfungsi untuk mandi/membersihkan kotoran yang menempel di badannya serta
berfungsi pula untuk mendinginkan tubuh diwaktu siang hari, hal ini disebabkan Itik
Peking merupakan jenis Unggas yang tidak tahan terhadap panas, sehingga harus
disediakan air untuk pendingin tubuhnya.
Tipe kandang ini lebih cocok untuk pemeliharaan ternak Unggas Air dengan
cara pemeliharaan yang Intensive.
Untuk lebih jelasnya tipe kandang bisa dilihat pada gambar berikut ini:
 Contoh Kandang Battery.
Ukuran per kotak kandang Panjang x lebar x tinggi (45 x 45 x 35 Cm)
 Contoh Kandang Tipe Postal.
 Contoh Kandang Ranch.

Sumber :
Ir. H. Idih Purnama Alam
Pegawai Dinas Peternakan Provinsi Jawa Barat
http://www.disnak.jabarprov.go.id/images/artikel/BUDIDAYA%20PEKING%20DUCK.pdf

Ternak Bebek/ Itik




1. SEJARAH SINGKAT
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. SENTRA PETERNAKAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yangmempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari mojokerto), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

3. J E N I S
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:

1. Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
2. Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
3. Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. MANFAAT

1. Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
2. Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
3. Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
4. Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
5. Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

5. PERSYARATAN LOKASI
Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu :

1. Perkandangan
2. Bibit Unggul
3. Pakan Ternak
4. Tata Laksana
5. Pemasaran Hasil Ternak.

6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:

* Kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD
* Kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
* Kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).

Kondisi kandang dan perlengkapannyaKondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

6.2. PembibitanTernak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
1) Pemilihan bibit dan calon indukPemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :

* Membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
* Memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
* Membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

2) Perawatan bibit dan calon induk

* Perawatan BibitBibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.
* Perawatan calon IndukCalon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

3) Reproduksi dan PerkawinanReproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

6.3. Pemeliharaan
Sanitasi dan Tindakan PreventifSanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.
Pengontrol PenyakitDilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.
Pemberian PakanPemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase. Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:

* umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
* umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
* umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
* umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :

* umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
* umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
* umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

6.4 Pemeliharaan KandangKandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.

7. HAMA DAN PENYAKIT
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:

* Penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
* Penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat

Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:

* Penyakit Duck CholeraPenyebab: bakteri Pasteurela avicida.Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
* Penyakit SalmonellosisPenyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

8. P A N E N
8.1. Hasil UtamaHasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
8.2. Hasil TambahanHasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

9. PASCA PANEN
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:

* Pengawetan dengan air hangatPengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
* Pengawetan telur dengan daun jambu bijiPerendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
* Pengawetan telur dengan minyak kelapaPengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
* Pengawetan telur dengan natrium silikatBahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
* Pengawetan telur dengan garam dapurGaram direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha BudidayaPerkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:
1) Permodalan :

* Modal kerja- Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000 - Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 108.000.000,-Rp 4.000.000,-
* Modal Investasi- Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,- Rp 18.000.000,-
* Jumlah kebutuhan modalPrasyaratan kredit yang dikehendaki:- Bunga (menurun) 20% /tahun- Masa tanggung angsuran 1 tahun- Lama kredit 3 tahun Rp 130.000.000,-

2) Biaya-biaya

* Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 4.000.000,-
* Biaya tetap- Biaya pengambalian kredit:- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I - Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II - Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III - Biaya penyusutan kandang:- biaya penyusutan kandang tahun I - biaya penyusutan kandang tahun II - biaya penyusutan kandang tahun III Rp 14.723.000,-Rp 86.125.000,-Rp 73.125.000,-Rp 3.600.000,-Rp 3.600.000,-Rp 3.600.000,-

3) Biaya tidak tetap

* Biaya pembayaran ransum:- biaya ransum tahun I- biaya ransum tahun II- biaya ransum tahun III Rp 245.700.000,-Rp 453.600.000,-Rp 453.600.000,-
* Biaya pembayaran itik siap produksi:- pembayaran tahun I- pembayaran tahun II- pembayaran tahun III Rp 108.000.000,---
* Biaya pembayaran obat-obatan:- biaya pembayaran obat-obatan tahun I- biaya pembayaran obat-obatan tahun II- biaya pembayaran obat-obatan tahun III(Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum) Rp 2.457.000,-Rp 4.536.000,-Rp 4.436.000,-

4) Pendapatan

* Penjualan telur tahun I Rp 384.749.920,-
* Penjualan telur tahun II Rp 615.600.000,-
* Penjualan telur tahun III Rp 615.600.000,-
* Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- Rp 5.700.000,-

10.2. Gambaran Peluang AgribisnisTelur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.

11. DAFTAR PUSTAKA

* Bambang Suharno, Ir. dan Khairul Amri. Beternak itik secara intensif. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1998
* Redaksi Trubus. Beternak Itik CV. 2000-INA. Penerbit Penebar Swadaya. Tahun 1999
* Prawoto; Peternak ternak itik. Desa Sitemu Kec. Taman Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah 52361.


12. KONTAK HUBUNGAN

* Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan – BAPPENASJl.Sunda Kelapa No. 7 Jakarta, Tel. 021 390 9829 , Fax. 021 390 9829
* Kantor Menteri Negara Riset dan Teknologi, Deputi Bidang Pendayagunaan dan Pemasyarakatan Iptek, Gedung II BPPT Lantai 6, Jl. M.H.Thamrin No. 8, Jakarta 10340, Indonesia, Tel. +62 21 316 9166~69, Fax. +62 21 310 1952, Situs Web: http://www.ristek.go.id

Sumber :
Proyek Pengembangan Ekonomi Masyarakat Pedesaan, Bappenas

Cara Membuat MEsin Tetas Telur Sendiri

Mesin Tetas Ayam



.....Usaha peternakan unggas (ayam dan itik) merupakan jenis usaha yang cukup menjanjikan. Hal ini didasari oleh jumlah permintaan produk hewani asal unggas baik telur maupun daging tiap tahun makin meningkat. Sebagai contoh di Kotamadya Kendari pada tahun 2002 permintaan ayam buras berkisar 500 – 600 ekor per minggu, sementara baru tepenuhi 300 – 400 ekor per minggu (Anonim, 2002).

.....Dilihat dari data permintaan tersebut prospek usaha agribisnis unggas yang salah satunya adalah ayam buras cukup potensial. Keunggulan lain usaha agribisnis unggas adalah tidak mutlak memerlukan biaya yang besar, tergantung dari kemampuan peternak yang korelasinya dengan skala pemilikan. Selain itu jenis ternak ini telah lama dikenal masyarakat sehingga teknik budidayanya tidak terlalu rumit. Dalam upaya memacu usaha peternakan unggas perlu adanya sentuhan teknologi tepat dan mudah diterapkan oleh peternak.

.....Dari sisi ketersediaan bibit, teknologi penetasan telur buatan dengan penggunaan mesin tetas telur sangat cocok diterapkan. Keunggulan teknologi ini adalah menghilangkan periode mengeram pada induk sehingga induk mampu menghasilkan telur lebih banyak selama hidupnya, selain itu anak ayam dapat di produksi dalam jumlah yang besar pada waktu yang bersamaan. Prinsip kerja dari mesin tetas ini adalah menciptakan situasi dan kondisi yang sama pada saat telur dierami oleh induk. Kondisi yang perlu diperhatikan adalah suhu dan kelembaban. Suhu optimal adalah 38,8o C atau 101o F.

.....Kondisi suhu tersebut dapat direkayasa dengan penggunaan sumber panas listrik maupun lampu minyak dan untuk kelembaban optimal digunakan air yang ditempatkan dalam mesin tetas. Mesin tetas dibedakan atas dasar sumber panas yang digunakan.
.......Pertama, mesin tetas elektrik dengan menggunakan listrik yang dihubungkan dengan .........lampu pijar sebagai sumber panas.
.......Kedua, mesin tetas yang menggunakan sumber panas lampu minyak yang dihubungkan .........dengan silinder yang terbuat dari seng plat sebagai sumber panas.
.......Ketiga, mesin tetas kombinasi yaitu gabungan dari sumber panas yang berbeda (listrik .........dan lampu minyak), jenis mesin tetas ini sangat efektif pada daerah yang sering mengalami .........pemadaman lampu, sehingga pada saat lampu padam maka digunakan lampu minyak .........sebagai sumber panas.

.....Model mesin tetas telur ini dapat diperoleh di toko poultry shop atau membuat sendiri dengan bahan yang mudah dan tersedia di tempat. Besarnya mesin tetas telur yang digunakan disesuaikan dengan kapasitas telur yang akan ditetaskan seperti ; 200 butir, 400 butir dan 600 butir.
.....Bahan – Bahan yang Digunakan Pembuatan mesin tetas disesuaikan dengan kondisi sumber panas yang tersedia. Pada tempat yang belum ada listrik bisa dibuat mesin tetas dengan menggunakan lampu minyak sedangkan daerah yang tersedia listrik bisa dibuat mesin tetas telur elektrik atau mesin tetas kombinasi.

Bahan-bahan yang digunakan antara lain :
1.Kayu kaso 4 x 5 cm sebagai rangka mesin
2.Tripleks melamin, kaca dan engsel
3.Kawat ram (tempat peletakan telur)
4.Paku dan seng plat
5.Nampan air dan thermometer
6.Alat pengatur suhu (thermoregulator)
7.Lampu pijar dan lampu minyak

Cara Pengoperasian Mesin Tetas Telur

A. PersiapanSebelum digunakan,
...........mesin tetas harus dibersihkan dahulu dari mikroorganisma pengganggu dengan jalan .....penyemprotan bahan pembunuh kuman / desinfektan.
.......- Pemanas dihidupkan.24 jam sebelum telur dimasukan ke dalam mesin tetas,
.......- Telur dibersihkan dengan menggunakan lap basah hangat dan tiriskan.
.......- Suhu mesin tetas harus konstan, diusahakan 38,8o C atau 101o F.
.......- Nampan air diisi air secukupnya (tidak sampai penuh), penggunaan air ini untuk menjaga ..........kelembaban mesin tetas, untuk itu selama penetasan harus diperhatikan stabilitas volume ..........air.
.......- Setelah telur bersih dan kering, telur diberi tanda pada kedua belah sisi dengan spidol atau .........alat tulis lain, misal ; huruf A dan B di kedua belah sisi.
.........Pemberian tanda ini berguna untuk memudahkan dalam pemutaran telur agar lebih .........merata.Telur yang sudah ditandai dimasukan secara perlahan ke dalam mesin tetas dengan .........posisi tanda seragam. Tutuplah mesin tetas setelah semua telur dimasukan.

B. Operasional PenetasanSetelah 48 jam telur dalam mesin tetas,
........ mulai dilakukan pemutaran telur setiap pagi dan sore.Pemutaran telur dilakukan sampai hari ke 18.Pemeriksaan telur sebaiknya dilakukan 2 kali, yaitu pada hari ke 7 dan hari ke 18.
.....- Telur yang bertunas (tanda telur hidup) tampak terang dan tidak terdapat bintik-bintik .........merahTelur yang bertunas ditandai dengan adanya titik merah di bagian petengahan, .........ukurannya kira-kira sebesar biji kacang hijau dan tampak bergerak.
.....- Apabila titik merah tersebut tidak bergerak pertanda embrio dalam telur mati, maka telur ........yang mati tersebut harus dibuang agar telur tidak membusuk dalam mesin.
.....- Telur akan memenetas pada hari ke 20 atau 21.Anak ayam yang keluar dari telur dibiarkan ........dahulu dalam mesin selama kurang lebih 24 jam, sampai bulu anak ayam kering dan kondisi ........anak ayam normal.
.....- Setelah kering dan normal, anak ayam bisa dikeluarkan dari mesin tetas.

Beternak Bebek Secara Intensif



Bebek1Bebek adalah hewan penurut, bahkan mereka bisa baris lho… Bebek mudah di ternakkan dan dipelihara. Banyak sekali sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya bahkan kotorannya bisa di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek sekarang semakin banyak, karena rasa dari dagingnya yang sangat lezat. Telurnya pun bisa dibikin telur asin yang tak kalah lezat dengan dagingnya. Kebutuhan akan ketersediaan daging dan telur bebek ini sangatlah tinggi, nah inilah kesempatan Anda karena bisnis ini masih sangat potensial untuk dijalankan.


Umumnya usaha peternakan bebek ditujukan untuk bebek petelur. Namun peluang bebek pedaging juga bisa diambil dari bebek jantan atau bebek betina yang sudah lewat masa produksinya. Selain itu bisa juga pebisnis mengambil bagian pembibitan ternak bebek sebagai fokus usaha.

Namun sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Misalnya bagaimana pemeliharaan anak bebek (5-8 minggu), pemeliharaan bebek Dara (umur 8-20 minggu ke atas) dan pemeliharaan bebek petelur (umur 20 minggu ke atas).

Masa produksi telur yang ideal adalah selama 1 tahun. Produksi telur rata-rata bebek lokal berkisar antara 200-300 butir per tahun dengan berat rata-rata 70 gram. Bahkan, bebek alabio memiliki produktivitas tinggi di atas 250 butir per tahun dengan masa produksi telur hingga 68 minggu.

Pemeliharaannya tidak membutuhkan waktu yang lama, dimana hasil sudah bisa dipetik dalam waktu 2-3 bulan. Hal tersebut disebabkan karena pertumbuhan dan perkembangan tubuhnya relatif lebih baik daripada bebek betina. Berat badan sampai saat dipotong tidak kurang dari 1,5 kg. Dengan memanfaatkan bebek jantan, dalam waktu yang relatif singkat sudah dapat dicapai berat yang lebih dibutuhkan. Pemotongan pada umur yang relatif muda, menghasilkan daging yang lebih empuk, lebih gurih dan nilai gizinya lebih tinggi.

  • Bebek Siap Telur = Rp 39.000,- S/d Rp 42.000,-
  • DOD Betina = Rp 3700,-
  • DOD Jantan = Rp 3200-
  • Bebek Potong 1,2 kg s/d 1,3 kg = Rp 19.500,-
  • Telur Tetas = Rp 1250,-
  • Telur Konsumsi = Rp. 900,-

Usaha peternakan itik di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya maka perlu diperhatikan bebrapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan ternak itik, antara lain :

1. Seleksi Bibit

Bibit itik di Indonesia dibagi dalam dua kelomok yaitu :

a. Itik Lokal

1). Itik Tegal (Tegal).

Ciri-ciri : warna bulu putih polos sampai coklat hitam, warna paruh dan kaki kuning atau hitam.

2). Itik Mojosari (Mojosari Jawa Timur).

Ciri-ciri : warna bulu coklat muda sampai coklat tua, warna paruh hitam dan kaki berwarna hitam.

3). Itik Alabio (Amuntai Kalimantan Selatan).

Ciri-ciri : badan lebih besar dibandingkan dengan itik Tegal.

4). Itik Asahan dikembangkan di Tanjung Balai, Sumatera Utara.

b. Itik Persilangan

2. Pakan

a. Jenis Pakan : jagung, dedak padi, bungkil kedelai, bungkil kelapa dll.

b. Pemberian Pakan :

- Umur 1 – 2 minggu 60 gr/ekor/hari.

- Umur 3 – 4 minggu 80 gr/ekor/hari.

- Umur 5 – 9 minggu 100 gr/ekor/hari.

- Umur 10 minggu 150-180gr/ekor/hari.

3. Perkandangan

a. Lokasi Kandang

- Jauh dari keramaian.

- Ada atau dekat dengan sumber air.

- Tidak terlalu dekat dengan rumah.

- Mudah dalam pengawasan.

b. Bahan kandang bisa terbuat dari kerangka kayu atau bambu, atap genteng dan lantainya pasir atau kapur.

c. Daya tampung untuk 100 ekor itik :

- Umur 1 hari – 2 minggu 1 -2 m.

- Umur 1 – 2 minggu 2 – 4 m.

- Umur 2 – 4 minggu 4 – 6 m.

- Umur 4 – 6 minggu 6 – 8 m.

- Umur 6 – 8 minggu 8 – 10 m.

Itik dara sampai umur 6 bulan 5 – 10 ekor/m.

4. Tatalaksana Pemeliharaan

a. Secara ekstensif yaitu pemeliharaan yang berpindah-pindah.

b. Secara intensif yaitu secara terus-menerus dikandangkan seperti ayam ras.

c. Secara semi intensif yaitu dipelihara di kandang yanga ada halaman berpagar.

Perbandingan jantan dan betina (sex ratio) adalah 1 : 10 dan dipilih ternak itik yang berproduksi tinggi.

5. Kesehatan

a. Penyakit Berak Kapur.

Penyebab : Bakteri Salmonella Pullorum. Tanda-tanda : Berak putih, lengket seperti pasta.

Pencegahan: Kebersihan kandang, makanan,minuman, vaksinasi, dan itik yang sakit dipisahkan.

b. Penyakit Cacing.

Penyebab : Berbagai jenis cacing.

Tanda-tanda :Nafsu makan kurang, kadang-kadang mencret, bulu kusam, kurus, dan produksi telur menurun. Pencegahan :Kandang harus bersih, kering tidak lembab, makanan dan minuman harus bersih dan sanitasi kandang.

c. Lumpuh.

Penyebab : Kekurangan vitamin B.

Tanda-tanda :Kaki bengkak dibagian persendian, jalan pincang dan lumpuh, kelihatan ngantuk, kadang-kadang keluar air mata berlebihan.

Pencegahan : Pemberian sayuran / hijauan dalam bentuk segar setiap hari.

6. Pasca Panen

a.Telur itik dapat diolah menjadi telur asin,telur pindang, dll.

b.Bebek dapat diolah menjadi bebek panggang dll

c. Bulu dapat diolah menjadi kerajinan tangan

d. Tinja/kotoran itik dapat menjadi pupuk.

Diolah dari berbagai sumber:

http://peternakandody.blogspot.com/2008/05/peluang-beternak-itik.html

Dinas Peternakan Prop. Lampung

Sumber gambar : http://www.deptan.go.id/daerah_new/jambi/tanjung_timur/gambar/Peternakan/Bebek1.jpg

Peluang Baru Peternak Itik Petelur




Itik Hibrida (Itik Alabio X Itik Mojosari)
Terrbatasnya lahan dan modal usaha di tengah semakin tingginya tuntutan kebutuhan hidup acap kali justru mendorong kreativitas seseorang. Tak pernah puas dengan hasil kerja yang sama bertahun- tahun, terobosan-terobosan baru pun dilakukan untuk memperoleh hasil yang lebih baik. Tak terkecuali bagi para peternak.
Sebagian peternak itik di wilayah Kecamatan Sleman dan Kecamatan Seyegan, Sleman, misalnya, sejak beberapa bulan terakhir mengembangkan budidaya ternak itik unggul organik yang merupakan persilangan dari itik alabio Kalimantan Timur dengan itik Mojosari Jawa Timur.
“Itik unggul organik ini istimewa karena pertumbuhan dagingnya yang cepat. Jika berat itik biasa atau itik lokal hanya enam ons pada usia 45 hari, pada usia yang sama berat itik unggul organik mampu mencapai 1,3 kilogram. Itik jenis betina dinamai ratu, sedangkan yang jantan dinamai raja,” kata Warsidi, peternak itik di Dusun Beteng, Margoagung, Seyegan, Selasa (8/1).
Pada usia satu bulan, 45 hari, 50 hari, sampai tiga bulan itik unggul organik sudah bisa dipotong dengan harga yang cukup bersaing, antara Rp 12.500-Rp 25.000 per ekor. Untuk dijual sebagai pedaging pun peternak tak perlu menunggu sampai itik menjadi apkir atau tak lagi mampu bertelur. “Itik potong yang ada selama ini sebagian besar merupakan itik apkir sehingga pedagang terkadang kekurangan stok,” tutur Warsidi. Produktivitas
Selain pertumbuhan dagingnya lebih cepat, produktivitas telur itik jenis ini juga lebih tinggi dibandingkan itik biasa. Persentase produktivitas telur mencapai 93 persen lebih tinggi dibanding itik biasa yang hanya mencapai 68 persen. Setiap hari seekor itik mampu menghasilkan satu butir telur selama satu tahun penuh. Biasanya, itik lokal bertelur selama dua sampai tiga bulan, lalu berhenti sekitar satu bulan sebelum bertelur kembali.
Beternak itik unggul organik ini memang cukup menguntungkan. Warsidi menceritakan, dari pengalamannya beternak 2.000 ekor itik unggul organik sejak September tahun lalu, ia bisa memperoleh pendapatan bersih sekitar Rp 7.500 dari tiap ekor itik. “Untuk satu ekor itik raja, biaya pakan dan pemeliharaan Rp 10.000. Pada usia 50- 60 hari, tiap ekor bisa dijual Rp 17.500,” ujarnya. Semakin tua usia dan semakin bertambah berat badannya, harga itik akan semakin mahal.
Keuntungan yang diperoleh memang cukup besar mengingat pakan dan pemeliharaan yang relatif mudah. Hanya saja, bibit itik unggul organik ini masih terbatas. Saat ini day old duck (DOD) hanya bisa didapat dari Kalimantan Selatan. Harganya sendiri Rp 3.500 per ekor untuk raja dan Rp 6.000 per ekor untuk ratu.
Karena itu, para peternak terus berupaya mengembangkan budidaya ternak itik jenis unggul ini. “Supaya tidak terus-terusan bergantung pada Kalimantan Selatan, kami mencoba melakukan pembibitan secara mandiri. Harapannya nanti DOD itik unggul organik bisa dipenuhi dari Yogyakarta,” ucap Rahmat Kusnadi, peternak itik di Dusun Ngangkrik, Triharjo, Sleman.
Ketika sudah tidak asing lagi dan semakin dikenal masyarakat luas, ia berharap harga jual itik yang dipeliharanya pun bisa lebih tinggi. Dan para peternak pun akan terus berinovasi. Tak hanya sekadar untuk bertahan, tetapi memperoleh hasil optimal dari semua jerih payahnya.
Itik memang tidak lebih populer dibanding ayam. Khusus untuk itik pedaging, lebih sering disebut bebek, sejauh ini masih dianggap sebagai santapan yang eksklusif. Konsumsi bebek tidak setinggi konsumsi terhadap daging ayam. Oleh karena itu, kehadiran itik hibrida yang memiliki produktivitas tinggi, barangkali menjadi peluang usaha bagi para petani di Yogyakarta….
By: Agni Rahadyanti ( http://202.146.5.33/kompas-cetak/0801/09/jogja/1046660.htm )

Beternak Itik Petelur, Keunggulan Itik Mojosari




Pemeliharaan itik petelur membutuhkan bahan baku bibit, pakan dan obat-obatan. Pemilihan bibit harus dipertimbangkan secara baik, karena bibit ini merupakan keputusan awal yang akan berpengaruh pada tahap-tahap pemeliharaan berikutnya. Beberapa jenis bibit unggul itik petelur yang dijumpai di pasar adalah sebagai berikut:

Itik Tegal
Itik Mojosari
Itik Alabio
Itik Bali
Itik BPT KA

Bibit unggul tersebut memiliki kemampuan yang berbeda dalam menghasilkan telur baik jumlah telur yang dihasilkan per tahun maupun rata-rata berat telur dapat dilihat dalam Tabel 4.1. Tampak bahwa jenis itik Mojosari menghasilkan jumlah telur per tahun tertinggi (200-265 butir), dengan bobot per butirnya juga tinggi (70 gr). Urutan berikutnya adalah jenis itik Tegal yang menghasilkan jumlah telur per tahun 150-250 butir dengan bobot per butir antara 65 – 70 gr

Kemampuan Produksi Telur dan Bobot Beberapa Jenis Itik Petelur Unggas:

Itik Mojosari
200-265 butir per tahun / 70gr per butir

Itik Tegal
150-250 butir per tahun / 65-70gr per butir

Itik Alabio
130-250 butir per tahun / 65-70gr per butir

Itik Bali
153-250 butir / 60-65gr per butir

Sumber: Suharno dan Amri (2000 diolah)


Selanjutnya sarana produksi lainnya yang dibutuhkan yaitu pakan dan obat-obatan. Jenis pakan adalah: starter (untuk anak itik), grower (untuk itik dara) dan layer (untuk itik dewasa). Ketiga jenis pakan ini dapat dengan mudah dibeli di toko. Pakan ini dapat dibuat sendiri dengan alternatif bahan-bahan yang paling murah dan mudah diperoleh di sekitar lokasi usaha. Adapun bahan alternatif pakan ternak itik adalah jagung kuning, dedak/bekatul, tepung ikan, tepung daging bekicot, tepung tulang, tepung kerang, bungkil kelapa, tepung gaplek, tepung daun pepaya, tepung daun turi, dan tepung daun lamtoro. Komposisi bahan-bahan tersebut tergantung pada jenis pakan yang akan dibuat.

Obat-obatan dibutuhkan karena untuk mendapatkan produksi yang baik dan bermutu tinggi, salah satunya adalah ternak harus sehat. Oleh karena itu, sudah menjadi kewajiban peternak untuk menjaga agar itik petelur terhindar dari segala macam serangan penyakit. Cara terbaik untuk menghindar dari serangan penyakit adalah dengan memelihara itik dalam kandang yang memadai, baik sanitasi maupun luasannya, selain pakan yang mencukupi jumlah, nilai gizi, dan kesegarannya. Berdasarkan pengalaman, vaksinasi yang perlu diberikan pada itik adalah vaksinasi untuk mencegah penyakit fowl cholera atau duck cholera. Sedangkan penyakit yang dapat menyerang unggas (umumnya) adalah virus, bakteri, dan parasit (cacing, protozoa, dan kutu). Beberapa penyakit itik terpenting adalah: coccidiosis, coryza, infeksi salmonella, lumpuh, dan kolera.

Beternak itik




1. SEJARAH SINGKAT
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bhs.Jawa). Nenek moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik).

2. SENTRA PETERNAKAN
Secara internasional ternak itik terpusat di negara-negara Amerika utara, Amerika Selatan, Asia, Filipina, Malaysia, Inggris, Perancis (negara yang
mempunyai musim tropis dan subtropis). Sedangkan di Indonesia ternak itik terpusatkan di daerah pulau Jawa (Tegal, Brebes dan Mojosari), Kalimantan (Kecamatan Alabio, Kabupaten Amuntai) dan Bali serta Lombok.

3. J E N I S
Klasifikasi (penggolongan) itik, menurut tipenya dikelompokkan dalam 3 (tiga) golongan, yaitu:
1) Itik petelur seperti Indian Runner, Khaki Campbell, Buff (Buff Orpington) dan CV 2000-INA;
2) Itik pedaging seperti Peking, Rouen, Aylesbury, Muscovy, Cayuga;
3) Itik ornamental (itik kesayangan/hobby) seperti East India, Call (Grey Call), Mandariun, Blue Swedish, Crested, Wood.

Jenis bibit unggul yang diternakkan, khususnya di Indonesia ialah jenis itik petelur seperti itik tegal, itik khaki campbell, itik alabio, itik mojosari, itik bali, itik CV 2000-INA dan itik-itik petelur unggul lainnya yang merupakan produk dari BPT (Balai Penelitian Ternak) Ciawi, Bogor.

4. MANFAAT
1) Untuk usaha ekonomi kerakyatan mandiri.
2) Untuk mendapatkan telur itik konsumsi, daging, dan juga pembibitan ternak itik.
3) Kotorannya bisa sebagai pupuk tanaman pangan/palawija.
4) Sebagai pengisi kegiatan dimasa pensiun.
5) Untuk mencerdaskan bangsa melalui penyediaan gizi masyarakat.

5. PERSYARATAN LOKASI
Mengenai lokasi kandang yang perlu diperhatikan adalah: letak lokasi lokasi jauh dari keramaian/pemukiman penduduk, mempunyai letak transportasi yang mudah dijangkau dari lokasi pemasaran dan kondisi lingkungan kandang mempunyai iklim yang kondusif bagi produksi ataupun produktivitas ternak. Itik serta kondisi lokasi tidak rawan penggusuran dalam beberapa periode produksi.

6. PEDOMAN TEKNIS BUDIDAYA
Sebelum seorang peternak memulai usahanya, harus menyiapkan diri, terutama dalam hal pemahaman tentang pancausaha beternak yaitu (1).
Perkandangan; (2). Bibit Unggul; (3). Pakan Ternak; (4). Tata Laksana dan (5). Pemasaran Hasil Ternak.
6.1. Penyiapan Sarana dan Peralatan
1. Persyaratan temperatur kandang ± 39 derajat C.
2. Kelembaban kandang berkisar antara 60-65%
3. Penerangan kandang diberikan untuk memudahkan pengaturan kandang agar tata kandang sesuai dengan fungsi bagian-bagian kandang
4. Model kandang ada 3 (tiga) jenis yaitu:
a. kandang untuk anak itik (DOD) oada masa stater bisa disebut juga kandang box, dengan ukuran 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD
b. kandang Brower (untuk itik remaja) disebut model kandang Ren/kandang kelompok dengan ukuran 16-100 ekor perkelompok
c. kandang layar ( untuk itik masa bertelur) modelnya bisa berupa kandang baterei ( satu atau dua ekor dalam satu kotak) bisa juga berupa kandang lokasi ( kelompok) dengan ukuran setiap meter persegi 4-5 ekor itik dewasa ( masa bertelur atau untuk 30 ekor itik dewasa dengan ukuran kandang 3 x 2 meter).
5. Kondisi kandang dan perlengkapannya
Kondisi kandang tidak harus dari bahan yang mahal tetapi cukup sederhana asal tahan lama (kuat). Untuk perlengkapannya berupa tempat makan, tempat minum dan mungkin perelengkapan tambahan lain yang bermaksud positif dalam managemen

6.2. Pembibitan
Ternak itik yang dipelihara harus benar-benar merupakan ternak unggul yang telah diuji keunggulannya dalam memproduksi hasil ternak yang diharapkan.
1) Pemilihan bibit dan calon induk
Pemilihan bibit ada 3 ( tiga) cara untuk memperoleh bibit itik yang baik adalah sebagai berikut :
a. membeli telur tetas dari induk itik yang dijamin keunggulannya
b. memelihara induk itik yaitu pejantan + betina itik unggul untuk mendapatkan telur tetas kemudian meletakannya pada mentok, ayam atau mesin tetas
c. membeli DOD (Day Old Duck) dari pembibitan yang sudah dikenal mutunya maupun yang telah mendapat rekomendasi dari dinas peternakan setempat.Ciri DOD yang baik adalah tidak cacat (tidak sakit) dengan warna bulu kuning mengkilap.

2) Perawatan bibit dan calon induk
a. Perawatan Bibit
Bibit (DOD) yang baru saja tiba dari pembibitan, hendaknya ditangani secara teknis agar tidak salah rawat. Adapun penanganannya sebagai berikut: bibit diterima dan ditempatkan pada kandang brooder (indukan) yang telah dipersiapkan sebelumnya. Dan hal-hal yang perlu diperhatikan dalam brooder adalah temperatur brooder diusahakan yang anak itik tersebar secara merata, kapasitas kandang brooder (box) untuk 1 m2 mampu menampung 50 ekor DOD, tempat pakan dan tempat minum sesuai dengan ketentuan yaitu jenis pakan itik fase stater dan minumannya perlu ditambah vitamin/mineral.
b. Perawatan calon Induk
Calon induk itik ada dua macam yaitu induk untuk produksi telur konsumsi dan induk untuk produksi telur tetas. Perawatan keduanya sama saja, perbedaannya hanya pada induk untuk produksi telur tetas harus ada pejantan dengan perbandingan 1 jantan untuk 5 – 6 ekor betina.

3) Reproduksi dan Perkawinan
Reproduksi atau perkembangbiakan dimaksudkan untuk mendapatkan telur tetas yang fertil/terbuahi dengan baik oleh itik jantan. Sedangkan sistem perkawinan dikenal ada dua macam yaitu itik hand mating/pakan itik yang dibuat oleh manusia dan nature mating (perkawinan itik secara alami).

6.3. Pemeliharaan

1. Sanitasi dan Tindakan Preventif
Sanitasi kandang mutlak diperlukan dalam pemeliharaan itik dan tindakan preventif (pencegahan penyakit) perlu diperhatikan sejak dini untuk mewaspadai timbulnya penyakit.

2. Pengontrol Penyakit
Dilakukan setiap saat dan secara hati-hati serta menyeluruh. Cacat dan tangani secara serius bila ada tanda-tanda kurang sehat pada itik.

3. Pemberian Pakan
Pemberian pakan itik tersebut dalam tiga fase, yaitu fase stater (umur 0–8 minggu), fase grower (umur 8–18 minggu) dan fase layar (umur 18–27 minggu). Pakan ketiga fase tersebut berupa pakan jadi dari pabrik (secara praktisnya) dengan kode masing-masing fase.
Cara memberi pakan tersebut terbagi dalam empat kelompok yaitu:
a. umur 0-16 hari diberikan pada tempat pakan datar (tray feeder)
b. umur 16-21 hari diberikan dengan tray feeder dan sebaran dilantai
c. umur 21 hari samapai 18 minggu disebar dilantai.
d. umur 18 minggu–72 minggu, ada dua cara yaitu 7 hari pertama secara pakan peralihan dengan memperhatikan permulaan produksi bertelur sampai produksi mencapai 5%. Setelah itu pemberian pakan itik secara ad libitum (terus menerus).

Dalam hal pakan itik secara ad libitum, untuk menghemat pakan biaya baik tempat ransum sendiri yang biasa diranum dari bahan-bahan seperti jagung, bekatul, tepung ikan, tepung tulang, bungkil feed suplemen Pemberian minuman itik, berdasarkan pada umur itik juga yaitu :
a. umur 0-7 hari, untuk 3 hari pertama iar minum ditambah vitamin dan mineral, tempatnya asam seperti untuk anak ayam.
b. umur 7-28 hari, tempat minum dipinggir kandang dan air minum diberikan secara ad libitum (terus menerus)
c. umur 28 hari-afkir, tempat minum berupa empat persegi panjang dengan ukuran 2 m x 15 cm dan tingginya 10 cm untuk 200-300 ekor. Tiap hari dibersihkan.

6. Pemeliharaan Kandang
Kandang hendaknya selalu dijaga kebersihannya dan daya gunanya agar produksi tidak terpengaruh dari kondisi kandang yang ada.


7. HAMA DAN PENYAKIT
Secara garis besar penyakit itik dikelompokkan dalam dua hal yaitu:
1) penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri dan protozoa
2) penyakit yang disebabkan oleh defisiensi zat makanan dan tata laksana perkandangan yang kurang tepat

Adapun jenis penyakit yang biasa terjangkit pada itik adalah:
1. Penyakit Duck Cholera
Penyebab: bakteri Pasteurela avicida.
Gejala: mencret, lumpuh, tinja kuning kehijauan.
Pengendalian: sanitasi kandang,pengobatan dengan suntikan penisilin pada urat daging dada dengan dosis sesuai label obat.
2. Penyakit Salmonellosis
Penyebab: bakteri typhimurium.Gejala: pernafasan sesak, mencret.
Pengendalian: sanitasi yang baik, pengobatan dengan furazolidone melalui pakan dengan konsentrasi 0,04% atau dengan sulfadimidin yang dicampur air minum, dosis disesuaikan dengan label obat.

8. P A N E N
8.1. Hasil Utama
Hasil utama, usaha ternak itik petelur adalah telur itik
8.2. Hasil Tambahan
Hasil tambah berupa induk afkir, itik jantan sebagai ternak daging dan kotoran ternak sebagai pupuk tanam yang berharga

9. PASCA PANEN
Kegiatan pascapanen yang bias dilakukan adalah pengawetan. Dengan pengawetan maka nilai ekonomis telur itik akan lebih lama dibanding jika tidak dilakukan pengawetan. Telur yang tidak diberikan perlakuan pengawetan hanya dapat tahan selama 14 hari jika disimpan pada temperatur ruangan bahkan akan segera membusuk. Adapun perlakuan pengawetan terdiri dari 5 macam, yaitu:
a) Pengawetan dengan air hangat
Pengawetan dengan air hangat merupakan pengawetan telur itik yang paling sederhana. Dengan cara ini telur dapat bertahan selama 20 hari.
b) Pengawetan telur dengan daun jambu biji
Perendaman telur dengan daun jambu biji dapat mempertahankan mutu telur selama kurang lebih 1 bulan. Telur yang telah direndam akan berubah warna menjadi kecoklatan seperti telur pindang.
c) Pengawetan telur dengan minyak kelapa
Pengawetan ini merupakan pengawetan yang praktis. Dengan cara ini warna kulit telur dan rasanya tidak berubah.
d) Pengawetan telur dengan natrium silikat
Bahan pengawetan natrium silikat merupkan cairan kental, tidak berwarna, jernih, dan tidak berbau. Natirum silikat dapat menutupi pori kulit telur sehingga telur awet dan tahan lama hingga 1,5 bulan. Adapun caranya adalah dengan merendam telur dalam larutan natrium silikat10% selama satu bulan.
e) Pengawetan telur dengan garam dapur
Garam direndam dalam larutan garam dapur (NaCl) dengan konsentrasi 25- 40% selama 3 minggu.

10. ANALISIS EKONOMI BUDIDAYA TANAMAN
10.1. Analisis Usaha Budidaya
Perkiraan analisis budidaya itik di Semarang tahun 1999 adalah sebagai berikut:

1) Permodalan
a. Modal kerja
- Anak itik siap telur um 6 bl 36 paketx500 ek x Rp 6.000
- Biaya kelancaran usaha dan lain-lain
Rp 108.000.000,-
Rp 4.000.000,-
b. Modal Investasi
- Kebutuhan kandang 36 paket x Rp 500.000,-
Rp 18.000.000,-
Jumlah kebutuhan modal
Prasyaratan kredit yang dikehendaki:
- Bunga (menurun) 20% /tahun
- Masa tanggung angsuran 1 tahun
- Lama kredit 3 tahun Rp 130.000.000,-

2) Biaya-biaya
a. Biaya kelancaran usaha dan lain-lain Rp 4.000.000,-
b. Biaya tetap
- Biaya pengambalian kredit:
- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun I
- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun II
- Biaya pengambalian angsuran dan bunga tahun III
- Biaya penyusutan kandang:
- biaya penyusutan kandang tahun I
- biaya penyusutan kandang tahun II
- biaya penyusutan kandang tahun III

Rp 14.723.000,-
Rp 86.125.000,-
Rp 73.125.000,-

Rp 3.600.000,-
Rp 3.600.000,-
Rp 3.600.000,-

3) Biaya tidak tetap
a. Biaya pembayaran ransum:
- biaya ransum tahun I
- biaya ransum tahun II
- biaya ransum tahun III
Rp 245.700.000,-
Rp 453.600.000,-
Rp 453.600.000,-
b. Biaya pembayaran itik siap produksi:
- pembayaran tahun I
- pembayaran tahun II
- pembayaran tahun III
Rp 108.000.000,-
-
-
c. Biaya pembayaran obat-obatan:
- biaya pembayaran obat-obatan tahun I
- biaya pembayaran obat-obatan tahun II
- biaya pembayaran obat-obatan tahun III
(Biaya obat-obatan adalah 1% dari biaya ransum)
Rp 2.457.000,-
Rp 4.536.000,-
Rp 4.436.000,-

4) Pendapatan
a. Penjualan telur tahun I Rp 384.749.920,-
b. Penjualan telur tahun II Rp 615.600.000,-
c. Penjualan telur tahun III Rp 615.600.000,-
d. Penjualan itik culling 2 x 1.425 x Rp 2.000,- Rp 5.700.000,-

10.2. Gambaran Peluang Agribisnis
Telur dan daging itik merupakan komoditi ekspor yang dapat memberikan keuntungan besar. Kebutuhan akan telur dan daging pasar internasional sangat besar dan masih tidak seimbang dari persediaan yang ada. Hal ini dapat dilihat bahwa baru dua negara Thailand dan Malaysia yang menjadi negara pengekspor terbesar. Hingga saat ini budidaya itik masih merupakan komoditi yang menjanji untuk dikembangkan secara intensif.

BAGAIMANA MEMBUAT KANDANG BEBEK?




Untuk membuat kandang bebek atau itik, perlu memperhatikan rambu-rambunya agar beternak itik/bebek bisa sukses. Berikut secara summary bagaimana cara membuat kandang itik/bebek,

Kandang itik membujur dengan arah timur-barat, posisi ini akan mencegah masuknya sinar matahari sepanjang hari yang akan menyebabkan suhu kandang menjadi panas.

Itik memerlukan ruang gerak yang cukup besar, lebih besar daripada ayam, karena itik/bebek mudah kaget, jadi perlu ada ruang agak besar agar bebek bisa berlari. 2 ekor itik perlu kandang 1 meter persegi.


Tinggi kandang minimal 2 meter, agar sirkulasi udara cukup. Dan agar tidak susah membersihkan kandang/tidak perlu jongkok.

Sebaiknya sisi kandang terbuka, artinya tidak terbuat dari bahan tembok atau bahan lain yang menutupi. Tutupi dengan kawat bagian sisinya. 60 cm ke atas dari tanah, baru pake dinding, lebih baik pake tembok agar bisa menahan pantulan panas dari tanah. Pada saat bebek masih kecil dan belum tahan dingin, sekitar kandang ditutupi plastik/karung.

Cahaya matahari secara tidak langsung harus masuk ke dalam kandang.

Kiat Menghindari Penurunan Produksi Telur Itik Akibat Stress




Nurul Hilmiati

Nurul Hilmiati

[Sasak.Org] Itik merupakan salah satu ternak yang yang umumnya dipelihara untuk menghasilkan telur. Walaupun itik adalah unggas yang sudah didomestikasikan, namun jenis ternak ini masih membawa sifat-sifat liarnya. Oleh karena itu, untuk mencapai produksi telur itik yang optimal, maka semua kondisi yang butuhkan oleh itik harus terpenuhi. Disamping itu, itik juga termasuk hewan yang tidak menyukai perubahan yang mendadak. Bila kondisi pemeliharaan tidak sesuai dengan keinginan itik atau terjadi perubahan yang mendadak, besar kemungkinan itik akan stress. Stress pada itik akan sangat merugikan petani karena akan menyebabkan penurunan produksi telur yang sangat signifikan. Beberapa itik bahkan berhenti bertelur karena faktor stress.



Stress pada itik itu sendiri dipicu oleh beberapa faktor antara lain:
1.    Faktor pakan dan perubahannya.
2.    Faktor kandang dan lingkungan

FAKTOR PAKAN

Pakan merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh pada produksi telur itik. Itik petelur membutuhkan pakan sebanyak 160 gr/ekor/hr dan harus memenuhi kandungan nutrisi sebagai berikut:

Kandungan

Konsentrasi (%)

Protein

17-19

Energi

2800

Ca

2.9-3.25

P

0.6

Sumber: http://www.bcca.org/services/lists/noble-creation/poultry.html ( 27 September 2007).

Untuk memenuhi kebutuhan nutrisi itik, di pasaran sudah tersedia pakan konsentrat untuk itik dengan kandungan nutrisi yang cukup. Namun untuk efisiensi biaya, pakan konsentrat ini dapat dicampur dengan dedak halus dengan komposisi yang sesuai terutama untuk kadar protein yang dibutuhkan. Cara menghitung kandungan protein pada ransum dapat menggunakan metoda bujur sangkar sederhana.

Contoh: campuran antara pakan konsentrat ( kadar protein 37% ) dengan dedak halus ( kandungan protein 10-12% ).

 

Selain dedak, pakan alternatif lain dapat juga diberikan seperti kangkung, kiambang, cangkang udang, bekicot, ampas tahu dan limbah pertanian lainnya. Namun yang perlu diingat adalah pakan tersebut cukup tersedia sepanjang waktu serta tidak mengakibatkan komposisi pakan yang berubah-ubah.

tempat makan dan minum itik. Pakan sebaiknya jangan terlalu berair untuk menghindari itik kenyang karena air

Tempat makan dan minum itik. Pakan sebaiknya jangan terlalu berair untuk menghindari itik kenyang karena air


Kiat-kiat menghindari stress pada itik karena faktor pakan:

  1. Penuhi kebutuhan nutrisi itik selama masa bertelur.
  2. Hindari pemberian pakan yang berubah-ubah. Itik termasuk binatang yang sangat peka, bahkan perubahan asal dedak pun dapat mempengaruhi konsumsi pakan dan produksi telur.
  3. Usahakan mencampur pakan seminggu sekali dengan benar-benar merata dan seragam. Mencampur pakan tiap hari akan memperbesar kemungkinan perubahan komposisi dan keseragaman pakan.
  4. Bila ada perubahan campuran pakan, hendaklah perubahan tersebut dilakukan dengan cara bertahap sebelum pakan terdahulu habis. Contoh: minggu I adalah 75% pakan lama + 25% pakan baru, minggu II: 50% pakan lama + 50% pakan baru, minggu III: 25% pakan lama + 75% pakan baru, minggu IV: 100% pakan baru.
  5. Waktu makan itik hendaklah jangan berubah-ubah dan sebaiknya yang memberikan pakan adalah orang yang sama. Perubahan orang juga dapat menyebabkan itik stress karena ada perbedaan cara memperlakukan itik ataupun perubahan pakaian. Hal ini dapat disiasati dengan memakai warna baju yang sama. Itik menyukai warna kecoklatan.

 

FAKTOR KANDANG

Kandang

Kandang merupakan tempat untuk berlindung dan beristirahat dan juga merupakan tempat untuk bertelur bagi itik. Pada kandang sistem litter, sebaiknya dibuat dua bagian, bagian dalam yang beratap sebagai tempat untuk tidur pada malam hari dan bagian luar yang tidak beratap sebagai tempat bermain pada siang hari. Diantara dua bagian tsb disekat dengan pagar pendek yang bisa dibuka tutup. Disekeliling kandang sebaiknya ada pohon-pohon penaung. Pada siang hari sebaiknya itik berada di bagian yang tidak beratap serta sekat antar bagian ditutup sehingga itik tidak bisa keluar masuk. Itik perlu mendapatkan sinar matahari untuk merangsang pembentukan telur. Selain itu juga untuk menjaga kebersihan bagian dalam kandang. Kepadatan kandang untuk itik petelur maksimal 4 ekor/m2.

Alas kandang dalam sebaiknya dari bahan yang empuk seperti sekam padi atau serutan gergajian kayu. Sebelum ditutupi sekam, lantai sebaiknya ditaburi pasir yang dicampur dengan kapur. Setelah itu baru ditutupi dengan dengan sekam setebal kira-kira 7-8 cm (http://www.dpi.nsw.gov.au/agriculture/livestock/poultry/species/duck-raising/housing-design). Pemberian kapur dimaksudkan untuk menyerap zat amoniak yang dihasilkan dari kotoran itik, sehingga bau akan berkurang dan udara akan menjadi lebih sehat.

Tempat Minum

Pada dasarnya itik adalah hewan air sehingga hewan ini selalu membutuhkan air. Air penting bagi itik untuk menjaga kestabilan suhu tubuh terutama pada musim panas. Karena itu selain tempat minum sebaiknya disediakan sejenis parit dengan ukuran lebar 50 cm kedalaman 20 cm sebagai tempat itik untuk membasuh diri. Parit jangan dibuat terlalu dalam dan lebar karena itik cenderung akan bermain-main sehingga energi dari pakan yang dikonsumsi akan habis untuk bermain-main, bukan untuk produksi telur. Itik yang kekurangan air dapat dilihat dengan ciri-ciri tempelan bekas makanan disekitar paruh. Hal ini berbahaya karena sisa makanan tsb dapat menutupi lubang hidung. Kebersihan tempat air minum serta air dalam parit hendaklah selalu dijaga. Parit dengan sistem air mengalir akan lebih baik.

bagian kandang, yang beratap dan terbuka dengan pohon penaung

bagian kandang, yang beratap dan terbuka dengan pohon penaung


Kiat-kiat menghindari stress pada itik karena faktor kandang dan lingkungan:

  1. Hindari kandang yang terlalu padat karena memperbesar kemungkinan itik-itik yang agresif untuk mengganggu itik yang lain.
  2. Air harus selalu tersedia. Kekurangan air akan mempecepat proses rontok bulu (moulting).
  3. Lokasi kandang tidak terlalu dekat dengan perumahan serta tidak banyak dilewati lalu lintas umum. Itik sangat peka dengan gangguan (keributan).
  4. Pada malam hari berikan cahaya lampu kecil (jangan terlalu terang). Hal ini untuk mengurangi keterkejutan itik bila ada suara bising atau berisik yang lewat, misalnya sepeda motor.
  5. Beberapa peternak itik memelihara 1-2 ekor merpati disekitar kandang itik. Hal ini bertujuan untuk membiasakan itik dengan suara-suar lain.
  6. Kandang cukup mendapat sinar matahri.
  7.  Bahan kandang tidak terbuat dari matrerial yang tidak berisik (contoh: atap seng akan sangat berisik bila ditimpa sesuatu).


Daftar pustaka:
Dr. H.R. Bird, 2007. Understanding poultry meat and egg production. http://www.bcca.org/services/lists/noble-creation/poultry.html.
Department of primary industries, New South Wales. 2007. http://www.dpi.nsw.gov.au/agriculture/livestock/poultry/species/duck-raising/housing-design

L. Hardi Prasetyo. 2007. Materi Pelatihan Peternak Itik di Dasan Erot dan Dasan Lian tanggal 30-31 Agustus 2007.

Tips Memilih Bibit Bebek




Saat ini belum ada pembibitan bebek yang dilakukan secara intensif, yang ada hanya penetasan telur yang diperoleh dari berbagai peternak yang kemudian ditetaskan oleh peternak rumahan. Konon indukannya pun bukan berasal dari hasil seleksi. Tak heran jika saat ini sulit menemukan bibit bebek unggul dalam jumlah besar dan umurnya seragam.

Sampai saat ini Kalimantan Selatan, Cirebon, Cimalaya-Jawa Barat, Tegal-Jawa Tengah, dan Mojosari-Jawa Timur dikenal sebagai sentra peternak bebek dan penghasil bibit bebek (Day Old Duck/DOD) dan bebek siap dibesarkan atau bebek siap untuk bertelur (Meri).

Bagi peternak bebek petelur perlu memperhatikan pemberian pakan saat bebek umur 1-6 hari guna pertumbuhan kerangka cadangan kapur untuk pembuatan kulit cangkang telur. Untuk itu jauh lebih baik jika memelihara bebek petelur dari DOD daripada membeli bibit bebek petelur yang siap bertelur. Namun agar lebih efisiensi waktu dan biaya, membeli indukan siap bertelur dari peternak angonpun tiada salahnya, asalkan mengetahui trik memilih yang tepat.

Meskipun tak ada perbedaan total telur yang dihasilkan antara bebek yang dipelihara dari DOD atau Meri. Berikut ini kriteria memilih DOD maupun bebek siap bertelur/dibesarkan :

Kriteria DOD Unggul

* Bobot 38-40 gram.
* Pusarnya sudah kering dan duburnya bersih.
* Berbulu bagus dan kering.
* Kedua matanya melek.
* Bebek bergerak lincah.
* Tidak ada cacat pada kaki (pengkor).

Kriteria Bebek Siap Bertelur/Dibesarkan

* Umur sekitar 5 bulan.
* Tidak cacat.
* Bobot mencapai 1,4 kg atau sekitar 1,3 kg untuk bebek Mojosari dan 1,4-1,5 kg jenis Alabio.
* Berat badan harus seragam agar telur yang dihasilkan seragam juga.
* Beli dalam jumlah terbatas 200-300 ekor.
* Tulang pubis (pantat) yang berada ditempat saluran keluar telur saat menuju ke kloaka melebar denga ukuran 3 jari tangan.
* Sedangkan untuk bibit pembesaran bebek pedaging pilih bibit pejantan umur 10 minggu yang bobotnya 0,9 kg atau bebek betina afkir.

Cara beternak itik




Usaha pembenihan itik telah dilakoni oleh Supandi (52) cukup lama. Rahasia peternakan itik adalah ketepatan dalam memilih telur yang akan ditetaskan. Kesalahan memilih telur yang berakibat kerugian bagi si peternak.

Supandi mengaku pengetahuan tentang cara memelihara bebek ini ia dapat dari membaca dan pernah pengalaman. Pewarta warga mendapatkan cara memilih telur dan penetasannya. Berikut ini adalah tip berternak itik ala Supandi.

1. Pilihlah telur yang agak bulat. Terawanglah, biasanya di dalam telur terdapat tanda bulat. Pilihkah telur yang bercangkang agak tebal. Cara mengetahui ada tidaknya tanda bulat (embrio) di dalam telur dengan beberapa cara:
- Memakai kotak yang dilubangi,sebesar telor,di bawahnya diberi
lampu/cahaya.
- Tidak terlihat bintik-bintik pada cangkang(mulus).
- Kuning telor tidak pecah.
- Usahakan telur baru dan bebek cukup umur.

2. Waktu pemetasan selama 28 hari. Ada beberapa cara menetaskan telur diantaranya:
- Telur di taruh di dalam box yang bermuatan mencapai 40 telur.Kapasitaskandang 2x4m untuk 40 ekor.
- Di bawah box diberi lubang serta masing-masing telur diberi tanda agar lebih jelas membedakan kapan waktu telur akan menetas.
- Dalam satu harinya telur-telur mengalami 2 kali perubahan posisi.
- Diberi pengatur suhu(lampu)setiap5 telur 1 lampu masang-masing 5 watt, dan di bawahnya diberi air.
- Setelah menetas itik-itik kecil dimasukan ke dalam ingkubator selama 2 hari.

3. Cara memilih bibit (itik) unggul:
- Pilihlah moncong itik yang cenderung cekung. - Kaki hitam - - leher panjang - - Cenderung berisik - Sayap berhimpitan - - pinggul sempit - Bulu halus dan lembut

4. Pemberian makan
- Pur secukupnya
- Di beri vaksin selama berada di ingkubator