Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Penyakit sampar babi

Swine fever atau sampar babi atau hog cholera adalah penyakit epidemik pada babi yang sangat menular dan mematikan yang disebabkan oleh virus HCV (hog cholera). Penyakit ini ditandai dengan, nafsu makan menghilang, demam tinggi sampai 40 derajat celcius, babi tampak lesu, bulu kusam, muntah, mata keluar kotoran, diare terus menerus, dan kejang-kejang. Pada membran mukosa terdapat bercak-bercak berwarna ungu sampai kehitaman.

Virus HCV, sangat destruktif karena dapat mematikan seluruh ternak dalam sebuah kandang besar. Ternak yang terjangkit virus ini tidak dapat diobati. Begitu virus itu masuk, 6-7 hari kemudian muncul gejala, dan babi pada umumnya mati 7 – 10 hari sejak sakit. Babi yang terjangkit hog cholera angka kematiannya mencapai 100 %. Penyakit hog cholera bukan termasuk penyakit zoonosa, sehingga penyakit itu tidak menular kepada manuasia. Meski begitu, jika penyakit tersebut tidak diatasi bisa menyebabkan kerugian ekonomi cukup besar bagi pengusaha/peternak babi.

Langkah antisipasi mencegah hog cholera yaitu melakukan vaksinasi hog cholera secara teratur dan menjaga kebersihan. Yang tak kalah penting, membeli bibit babi yang bebas dari penyakit hog cholera. Penanganan terhadap penyakit itu perlu dilakukan intensif. Sebab meski babi sudah divaksin, kemungkinan virus itu masuk masih ada. Oleh karena itu, penanganan dengan pemberian vaksin harus dilakukan rutin. Selain itu, lingkungan atau kandang harus selalu bersih.

Jika ada babi yang mati karena penyakit ini sebaiknya tidak hanya dikubur, tetapi juga harus dibakar. Hal tersebut dilakukan untuk mewaspadai munculnya virus baru. Sebab, bisa saja ini penyakit misterius, dengan cara dibakar akan lebih aman karena virus baru yang akan muncul tidak bisa berkembang. Di Indonesia, daerah yang bebas penyakit ini adalah pulau Jawa, Bali, Sumatra dan Kalimantan, sedangkan daerah yang terinfeksi adalah pulau Sulawesi bagian utara, Maluku dan Papua.

Daftar pustaka



http://www.keswan.ditjennak.go.id/statusdaerah.php?pid=4&penyakitID=3

http://www.wawasandigital.com/index.php?option=com_content&task=view&id=4680&Itemid=58

http://www.suaramerdeka.com/harian/0504/01/kot16.htm

http://www.fao.org/docrep/003/t0756e/T0756E05.htm sumber diakses tanggal 3 maret 2010 pukul 19.01

KLIK LINK DIBAWAH UNTUK MENDUKUNG AGAR BLOG INI TETAP ADA: TRIMS!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar