Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Ciri-ciri ikan sehat dan ikan sakit secara internal dan eksternal

Definisi penyakit dalam patologi ikan
Penyakit didefinisikan sebagai suatu keadaan fisik, morfologi, dan atau fungsi yang mengalami perubahan dari kondisi normal karena beberapa penyebab, dan terbagi atas dua kelompok yaitu penyebab dari dalam (internal) dan luar (eksternal). Penyakit ikan umumnya adalah eksternal.
Penyakit internal : genetik, sekresi internal, imunodefisiensi, saraf dan metabolik.
Penyakit eksternal :
1). Non patogen
  • Penyakit lingkungan :suhu dan kualitas air lainnya (pH, kelarutan gas, zat beracun).
  • Penyakit nutrisi : kekurangan nutrisi, gejala keracunan bahan pakan.
2). Patogen; bersifat parasit dan terdiri atas empat kelompok yaitu :
  • Penyakit viral
  • Penyakit jamur
  • Penyakit bakterial
Ikan Sehat Secara Eksternal
  • Gerakannya Aktif. Secara umum, ikan sehat secara penampakan luar ( eksternal ) selalu bergerak aktif. Ikan memiliki sifat reotaksis positif dan negative. Ia selalu bergerak aktif baik itu melalwan atau searah arus perairan.
  • Nafsu makan tinggi. Ikan sehat selalu memiliki nafsu makan yang tinggi. Dengan begitu, asupan nilai gizi yang diperlukan tubuh ikan untuk proses kehidupannya bisa terpenuhi secara maksimal. Pertumbuhan akan baik, reproduksi, pencernaan, serta segala system yang bekera pada fungsi kehidup ikan akan berlangsung dengan baik.
  • Berikut adalah beberapa hal yang perlu diperhatikan untuk melihat suatu ikan, apakah dalam keadaan sakit atau tidak.
  • Warna kulit yang cerah, tidak berselaput ataupun mengeluarkan lendir yang berlebihan. Warna kulit yang mengkilap/hitam menandakan kondisi ikan yang tidak sehat. Garis hitam vertical/stress bar yang sangat menyolok/tegas menandakan ikan dalam kondisi stress yang berat. Jumlah garis ini berbeda-beda menurut varian ikan. Biasanya berjumlah antara 7-18 bar. Stress bar ini tidak menentukan sakit tidaknya seekor ikan, tetapi sebagai parameter kondisi ikan akibat kaget, atau kondisi lingkungan yang tidak cocok bagi ikan. Banyak jenis ikan yang menunjukkan stress-bar nya dengan jelas.
  • Sisik pada ikan yang bersih dan tidak terkelupas, tidak berbintik putih dan berlendir terlalu banyak. Sirip ikan haruslah terlihat bersih dan lengkap. Sirip yang sobek, rusak, berjamur menandakan ikan tidak sehat. Biasanya pada sirip ikan sering terserang fin rot. Sirip yang tidak cacat dan seimbang akan membuat bentuk ikan indah dipandang.
  • Warna mata yang bening, tidak berselaput ataupun berbintik putih. Bola mata yang tidak terlalu mencolok keluar seperti ban radial. Mata demikian disebut pop eye yang disebabkan kondisi air yang jelek, dan ikan terjangkit intestinal bakteri. Ukuran mata yang terlalu besar pada ikan yang berukuran kecil menandakan ikan tersebut terhambat pertumbuhannya atau biasa disebut bantet/ kontet. Selain itu mata yang hitam dapat diakibatkan oleh penyakit internal dan terlalu lama terkena kontaminasi obat-obatan dalam jangka lama.
  • Bentuk tubuh ikan yang ideal, tidak kurus yang nampak dari ketebalan dahi/ jidat. ikan yang tidak cacat fisik, biasanya terlihat dari depan/ muka dimana sisi kiri dan kanan terlihat sama. Mulut ataupun bagian tubuh lainnya tidak ada yang lebih ke kiri/ ke kanan.
  • Cara bernafas yang berirama teratur, dimana kedua insang membuka dan menutup bersamaan, tanpa ada yang lebih besar membukaya ataupun bernafas hanya dengan satu insang. Biasanya ikan yang bernafas dengan satu insang terjangkit Gill Fluke Dactylogyrus atau kutu insang. Tutup insang rata menutupi insang, tidak pendek dan tidak menganga terbuka. Juga harus diperhatikan nafas yang snagat cepat, yang dapat disebabkan oleh kekurangan oksigen naum dalam jangka panjang akan merusak fungsi insang.
  • Ikan yang sehat umumnya tidak takut terhadap manusia yang melihatnya. ikan yang baik dan sehat biasanya akan segera mendekat dengan cepat, mengira akan diberi makan. Selain itu ikan yang sehat umumnya tidak menyendiri, tertapi berbaur dengan teman-temannya.
  • Umumnya ikan yang sehat, gaya berenangnya tenang, tidak tersendat-sendat. ikan yang suka menggesekkan bagian tubuhnya ke alat-alat atau benda sekitarnya, umumnya terserang parasit. Hal ini mungkin karena rasa gatal yang ditimbulkan akibat gigitan kutu ataupun jamur/ bakteri pada kulit maupun insang. ikan yang sehat umumnya berenang dengan tenang, dasi/pectoral fin – sirip depan bawah perut diturunkan sehingga terlihat gagah pada saat berenang.
  • Ciri CIRI ikan yang sehat
    • Organon-visus (mata) jernih dan cerah
    • Kulit sedikit berlendir
    • Gerak refleks baik
    • Gerakan lincah
    • Warna ikan cerah
    • Bagian ventral (perut) tubuh
    • mendatar
    • Bagian cauda (ekor) horizontal atau terangkat keatas
    • Pinna caudalis mengembang seperti kipas
Ikan Sehat Secara Internal
  • Insang berwarna merah hati . dapat menjalankan fungsinya untuk respirasi. Menyerap oksigen dan mengeluarkan carbondioksida.
  • Gelembung renang berisi udara, bersifat netral. Dgn begitu, ikan bisa tidur di dalam air tanpa tenggelam ke dasar periran atau mengambang ke permukaan.
Ikan Sakit Secara Eksternal
  • Warna Tubuh Menjadi gelap, nafsu makan berkurang, nafas tersengal-sengal, sering berada pada permukaan air. Gejala ini biasanya timbul akibat ikan kekurangan oksigen.
  • Ikan lebih sering menyendiri di sudut kolam, geraknya kurang lincah, sebelum muncul tanda merah tau bitik putih pada kulitnya ikan menggesek-gesekkan badannya ke dinding kolam. Itu di akibatkan adanya kutu atau jamur pada tubuh ikan serta nafsu makan berkurang. Seandainya ada ikan dengan ciri-ciri tersebut sebaiknya ikan di pisahkan dengan yang lainnya (karantina) sambil di beri pengobatan dan berikan juga heater.
  • Ciri ikan yang sakit, biasanya dia menyendiri dan melipat ekor. Tapi bukan berarti itu saja, ikan yang sakit juga bisa dilihat dari penampilan fisik tubuh mereka. Misalnya ikan yang sakit ulcer/ borok, masih berenang -renang dengan aktif dan makannya juga banyak.
  • Badan ikan berjamur, jambul rusak/ bolong.
  • Badan ikan kena parasit/kutu, white spot.
  • Malas, tidak mau makan. Keseimbangan terganggu, menggantung dipermukaan air, menggosok-gosokkan tubuhnya di benda lain. Cirri-ciri penyakit ini biasanya karena ikan tersebut sedang stress.
  • bintik-bintik merah pada seluruh permukaan tubuh dan sirip, timbul luka pada permukaan tubuh. Cirri-ciri ini muncul pada ikan yang tersetang Carp Erithrodermatitis.
  • Pembengkakan kulit, penonjolan pada kulit di pangkal ekor. Merupakan gejala dari carp pox.
  • Berenang secara tidak normal, menggelepar mnggelepar kemudian diam di dasar perairan, menggantung di permukaan air.
  • Ikan berwarna gelap, satu matanya rusak, yaitu cirri-ciri dari viral haemorhagic septicaemia.
Ikan Sakit Secara Internal
  • Respirasi tidak seimbang, produksi lendir berlebihan. Penyakit ni dikarenakan oleh suhu yang tidak seuai dengan tubuh ikan.
  • Darah berwarna abu-abu kecoklatan ( terbentuk meta-haemoglobin ), tidak bisa mengikat O2 ( pada ikan ar tawar ), penyaringan nitrit dilakukan oleh CL- dalam pertukaran ion dengan bicarbonate ( HCO3- ).
  • Terbentuk lapisan coklat pada insang karena adanya necrosis pada lapisan epitheliumnyaakibat protein dalam keadaan masam.
  • Karena keracunan zat besi, abonemen ikan bewarna kecoklatan.
  • Kekurangan asam lemak pada nutrisi ikan menyebabkan terjadinya degenerasi lemak pada hati.
  • Kekurangan vitamin B-2 ( Riboflavin ) menyebabkan kataraks, photopobia, pendarahan pada nostril dan overcullum.
  • Ikan yang terkena infectious dropsy, memiliki cirri-ciri bagian perut menggelembung, berisi cairan berwarna kuning. Insang meradang. Terjadi pendarahan pada organ tubuh.
  • Ikan yang terkena collumnaris diseases, berciri-ciri terdapat bercak putih pada sel integument. Lamella insang telah dimakan oleh bakteri shg pernafasan ikan menjadi terganggu.
  • Akibat serangan virus, terjadi pembengkakan ( inflammatory ) pada jaringan, pertumbuhan jaringan menjadi tidak normal.
  • Spring viremia of carp menyebabkan cedera pada ginjal, hati, dan gelembung renang.
  • Limphocistis ( pembengkakan sel kulit ikan ) menyebabkan luka yang kronis ( tumor otak ) berwarna putih atau kemerahan, kemudian menjadi haemorhagic.
  • Infectious haemopoietic necrosis menyebabkan necrosis local pada ginjal, lmpha dan hati. Selain itu, adanya pop eye, akumulasi cairan pada rongga tubuh, usus membengkak, insang menjadi pucat, bintik-bintik haemorhagic pada mulut, dasar sirip dan organ dalam.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar