Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Sejarah Kambing Etawa

Disebut sebagai kambing peranakan etawa, kambing PE atau kambing etawah merupakan hasil peranakan kambing jamnapari dari India dengan kambing lokal Indonesia. Dikenal dengan ukuran tubuh yang besar dan penghasil susu kambing (kambing susu).




Sejarah

kambing jamnapari

Pada sekitar tahun 1930-an, pemerintah kolonial Belanda membawa kambing jamnapari dari India ke daerah Jawa Tengah. Kambing jamnapari terkenal penghasil kambing unggulan. Salah satu keturunan adalah kambing Anglo Nubian yang dikembangkan pemerintah Inggris.


Kambing jamnapari ini kemudian disilangkan dengan kambing lokal (kambing jawa randu atau kacang). Hasil keturunan dari silangan ini adalah kambing etawa yang seperti kita kenal sekarang ini.





Kambing Etawa Ras Kaligesing


Asal Usul


kambing etawa

Pada awalnya kambing etawa berkembang biak subur di daerah Kaligesing, Purworejo, Jawa Tengah. Kambing etawa hasil silangan dari daerah ini dikenal sebagai Kambing Etawa ras Kaligesing.

Kambing memiliki ciri khas pada tekstur kepala menonjol (roman nosed) dan bentuk kuping yang panjang terlipat. Pada awalnya kambing ini dikembangkan untuk breeding dan produksi susu.





Kontes

Dengan semakin populernya kambing etawa, kambing ini dikembangkan juga untuk kontes. Kambing ini memiliki harga pasaran yang lebih mahal (premium) dibandingkan kambing lainnya. Adanya aspek seni seperti panjang & lipatan telinga, gelambir, bentuk muka, corak warna dll membuat harga menjadi mahal.





Kambing Etawa Ras Senduro


Asal Usul


kambing menggolo

Di Senduro, daerah Lumajang, Jawa Timur, kambing etawa ini dikawinkan dengan kambing lokal Lumajang (Kambing Menggolo). Kambing Menggolo memiliki ukuran lebih besar daripada kambing kacang. Hasil silangan ini disebut dengan Kambing Etawa Ras Senduro (Etsen).











Ciri Fisik


Kambing etawa ras Senduro memiliki ukuran postur dan ketebalan yang bagus. Produksi susu sama dengan kambing etawa pada umumnya.


Berikut adalah ciri fisik kambing etawa Senduro:


  • Corak warna dominan putih.

  • Jarang memiliki tanduk, krn itu disebut etawa gundul Senduro.

  • Kuping panjang, lemas, terpilin sampai 50 cm.

  • Ukuran postur panjang, tinggi dan lebih tebal. Tinggi gumba dapat mencapai 120 cm untuk jantan. Ketebalan kambing berkorelasi dengan bobot kambing.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar