Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Telur Infertile

PERTAMA:
Ini biasanya di peternakan ayam BREEDER, peternakan ini tujuan-nya memproduksi telur untuk di tetaskan, yang nantinya anak ayam dari induk (breeder) parent stock (PS) akan menghasilkan anak ayam yang di sebut BROILER atau ayam pedaging
kita ikuti alur ceritanya, dari proses di hatchery (penetasan), di penetasan mereka punya AIM atau target yang harus dicapai adalah, "bagai-mana caranya agar telur ayam yang di terima dari kandang bisa menetas semua (bisa mencapai target hatchibility) yang di harafkan.

Telur setelah di hantar dari kandang, kemudian di terima di hatchery atau penetasan, kemudian telur tersebut akan di selseksi, telur tidak normal (misshappen), telur retak (cracked) telur commersial (telur untuk di konsumsi), atau telur jumbo (yang mempunyai kuning telur double) . Nah telur-telur yang seperti diatas, akan di pisahkan dan tidak termasuk hatching eggs ( telur tetas), terus telur yang terpilih akan di simpan di tempat khusus yaitu tempat penyimpanan telur bersuhu dingin, suhunya sekitar 16 drajat selsius atau denganistilah (cooling room), sampai kapan telur di simpan di coolingroom? telur akan disimpan sampai ada order dari para costumer yang akan membeli anak ayam pedaging.

KEDUA: PROSES SEBELUM MASUK MESIN

Setelah di simpan di cooling room, atau tempat yang bersuhu sekitar 16 drajat celcius, telur akan disimpan di ruangan khusus yang di sebut FREE WQRMING ROOM di sana akan dilakukan fumigasi atau men-sterilkan telur dari kuman dengan cara pengasapan, dengan memakai obat yang di sebut formalin dan potassium permanganate, free warming room adalah tempat hangat, supaya telur bisa sesuai dari suhu 16 (collingroom) dengan suhu di mesin yang panas-nya sekitar 39 drajat celsius.

KETIGA: PROSES DI MESIN

Ketika telur di masukan kedalam mesin dari situ sudah terhitung usia telur (0 hari) , dan telur akan terus disimpan di mesin selama 17 hari. mesin akan melakukan kerja secara otomatis, suhu dan kelembaban akan tetap stabil.

DIHARI KE 18 USIA TELUR , INI PROSES YG DI SEBUT CANDLING, PEMISAHAN TELUR YANG MAU DI JADIKAN AYAM...

Telur tidak semuanya akan bisa menetas, ada yang mati ketika umur 3 hari , yang disebut ED (early dead) atau mati awal, ada telur yang mati di usia 7 hari, tergantung kekuatan dari bibit yang membuahi, telur telur tersebut akan membusuk dan mempunyai gas yang bau sekali (telur kacingcalang) kalau menurut bahasa sunda.
INI YANG PALINGPENTING.... TERUS IKUTI SUPAYA ANDA FAHAM, KENAPA TELUR SEPERTI TELUR PALSU..kemudian akan ada telur yang utuh, tidak ada perubahan bentuk, namun telur ini tidak bisa di tetaskan, karena tidak ada anak ayam di dalamnya, KENAPA tidak ada anak ayam? karena telur ini yang disebut telur infertile, telur yang tidak di buahi oleh si jantan ketika di kandang. telur infertile itu kemungkinan besar yang di jual oleh sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab, dan biasanya telur tersebut di musnahkan atau di buang, telur infertile tidak layak konsumsi.

bagaimana caranya agar bisa mengetahui mana telur yang bisa di tetaskan? coba aja anda praktekan di rumah anda sendiri, mungkin di antara anda semua ada yang mempunyai ayam yang sedang mengerami, nah ketika usia ayam mengerami 17 hari, coba anda ambil lampu baterai, atau lampu senter, kalau bisa di waktu malam, soalnya untuk memastikan suasana gelap,

KALAU TELUR INFERTILE DI PECAHKAN AKAN TERLIHAT SEPERTI DI BAWAH INI, TELUR SEPERTI CAIRAN ENCER.

caranya:
anda nyalakan lampu senter tersebut, dan simpan telur di atas lampu yang menyala, usahakan lampu senter yang paling atas di tutup dipinggirnya supaya cahaya tidak menyebar ke arah lain.kira-kira seperti di bawah ini.
ini untuk sekala kecil, nah kalau di dalam telur tersebut kelihatan hitam gelap, maka telur itu bagus dan pasti menetas di usia telur 21 hari,
kalau ada telur yang terlihat tembus dan terang.... seperti tidak ada benda di dalam-nya. nah itu yang disebut telur infertile, telur tersebut tidak dibuahi oleh ayam jantan. karena tidak dibuahi telur tersebut akan mencair, dan kalau di goyang-goyang seperti ada bunyi cairan goyang di dalamnya.
di bawah ini adalah contoh-contoh telur fertile atau telur yang dibuahi. ini layak tetas, di dalam telur akan terlihat urat-urat seperti benda hidup, ini bisa terlihat ketika umur 10 hari



Kalau di penetasan sekala besar telur tersebut mencapai ribuan, jadi ada sekelompok orang yang tidak bertanggung jawab dengan sengaja menjual telur tersebut, telur tersebut tidak layak di konsumsi ,
yang kalau di konsumsi akan mengakibatkan penyakit bermasalah setelah 5-10 tahun mendatang (kata para ilmuan).

CIRI-CIRI TELUR INFERTILE - TELUR YANG TIDAK DIBUAHI.

  1. telur tersebut kalau dari segi bentuk tidak berubah, hanya kulit telur kelihatan tidak terang atau tidak mengkilap.
  2. kalau di goyang-goyang telur tersebut akan berbunyi suara seperti air di dalamnya.
  3. di dalam telur tersebut kuning telur dan putih telur sudah campur, jadi tidak lagi kental seperti mana telur normal.
  4. kalau dimasak, telur tersebut biasanya berwarna agak hitam, dan kuning telur bercampur denga putih telur,
SEPERTI ITU kisah telur yang sempat membuat para ibu-ibu resah, apalagi sekarang menjelang lebaran, tidak sedikit ibu-ibu yang banyak emnggunakan telur untuk kebutuhan memasak, atau membuat kue-kue.

sumber

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar