Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Bangsa dan Produksi Babi

Peternak babi selalu mendapat keuntungan bila :

  1. Jantan tidak menjadi jelek
  2. Betina mendapat pakan yang baik
  3. Betina tidak keguguran karena bang atau lepto
  4. Separuh anak-anaknya tidak mati
  5. Penyakit tidak menyerang
  6. Induk tidak memakan anaknya
  7. Babi itu tidak diare

Para peternak babi sering mengalami problem antara lain : proses reproduksi, manajemen pakan, kesehatan.

A. Bangsa Babi

Bangsa-bangsa babi dibagi menjadi beberapa 3 type yaitu tipe lemak, tipe daging dan tipe dwiguna (bacon), hal ini terjadi karena permintaan konsumen, sifat bahan makanan  yang diberikan dan cara pemeliharaan akan tetapi pada peternakan modern saat ini bangsa ini tidak ada karena satu tujuan yaitu untuk menghasilkan daging yang bermutu.

Klasifiksi  Zoologis ternak  babi :

Kelas : Mamalia ( Menyusui)


Order : Artiodactyla (berjari /kuku genap)

Famili : Suidae (Non Ruminansi )

Genus : Sus

Spesis : Sus scrofa babi liar dari eropa ada 10 sub spesis

Sus vittatus babi liar dari asia ada 13 subspesis antara lain

babi sumatra, Jawa, Flores, dan Malaysia.


Sus celebensis terdapat 8 subspesis di sulawesi,

Sus barbatus : terdapat 6 subspesis di Kalimantan

Babi Liar (Babi hutan) mangui, aili (batak), Jani (dayak) babui (kayan) dahak (kapuas) spesis ini belum dijinakkan, diburu sebagai sumber daging tergolong besar tinggi 1m panjang 1m dan berat dewasa bisa 150 kg, makanannya tumbuhan biji-bijian, buah-buahan, rumput-rumputan, serangga,hewan melata dan liar.

Babi piara ada 312 varietas dan 87 varietas yang resmi kini dikenal dengan babi unggul, merupakan hasil seleksi dan persilangan beberapa bangsa babi sehingga dihasilkan bangsa baru kemudian menyebar keseluruh dunia misalnya 60% babi potong komersial di dunia adalah Yorkshire (Large White).

1. Yorkshire

Termasuk tipe bacon berasal dari inggris, dikenaldengan large white babi ini berwarna putih dengan muka oval, telinga tegak termasuk type ibu karena litter sizenya banyakdan keibuannya bagus, persentase karkasnya tinggi berat jantan 320-455 jg, induk 225- 365 kg.


2. Landrace

Berasal dari Denmark, warna putih, bertubuh panjang dan kakinya panjang, tampilan yang khas telinganya rebah ke depan. Panjang tubuh baik 16 sampai 17 tulang rusuk, subur mempunyaiputing susu yang lebih banyak , jantan dewasa berbobot 320 – 410 kg dan betina 250-340 kg. Karkas panjang, paha besar, daging dibawahdagu gemuk dengan kaki pendek dikenal karena konversi pakannnya sangat baik dan berat badan yang tinggi. Kelemahan kaki belakang yang lemah saat bunting dan daging pucat, lembek dan exsudatif ini karena inbreeding yang terlalulama.

3. Duroc

Berasal dari Amerika Serikat, warna merah mulus, tubuh padat dan prolifik, babi siap potong 90 kg, dapat dicapai 5 bulan atau lebih, jantan dewasa 295 –455 kg, betina 295 – 455 kg.

4. Hamshire

Di kembangkan  di USA, berasal dari inggris, ciri khas selempang putih yang meliliti tubuhnya yang berwarna hitam,  warna putih itu terdapat di kedua  kaki depan. Termasuk type pedaging, tubuh melengkung seperti busur,mempunyai sifat keibuan yang baik.


5. Babi Batak

Tinggi pundak 54-61 cm, panjang badan 71 – 95 cm, telinga tegak warna rata-rata hitam walaupun ada wang bercak-bercak putih, bulu pada bagian bahu dan leher agak tebal, rata-rata puting susu 10.

6. Babi Bali

Warna hitam dan bulunya agak kasar punggung melengkung kebawah, tidak sampai ketanah cungurnya relatif pendek.  Telinga tegak tinggi pundak 48-54 cm, panjang tubuh 90 cm, puting susu 12 – 14 buah dengan jumlah anak perkelahiran 12 ekor.

7. Babi Tanah Toraja

Salah satu babi kecil (minipig) tinggi pundak 45 cm, panjang 71 cm warna hitam putih walaupun ada pula yang hitam semua.

B Reproduksi Babi

Babi termasuk hewan yang subur untuk dipelihara kemudian dijual,  karena jumlah perkelahiran (litter size) lebih dari satu (polytocous) dan jarak perkelahiran pendek. Seekor induk dalam satu tahun dapat menghasilkan dua kali melahirkan dan 20 ekor anak sama dengan 1800 kg daging setiap tahun.


Tabel 1. Data Reproduksi Babi Induk

Peristiwa Interval Rata-rata
Umur saat pubertas (bln)Lama Birasi (estrus) (hari)Panjang Siklus birashi (hari)

Waktu ovulasi (jam stlah birahi)

Saat yang baik untuk kawin


Lama Kebuntingan (har)

4 – 71 – 518 – 24

12 – 48

estrus hr kedua

111 – 115

62 – 321

24 – 36

114  (3 bln, 3 mg, 3 hr)

Pubertas/birahi pada babi dara 4 – 7 bulan dengan rata-rata bobot badan 70-110 kg akan tetapi tidak dikawinkan sebelum umur 8 bulan atau pada periode estrus/birahi  yang ketiga hal ini berguna untuk produksi anak yang lebih banyak dan lama hidup induk lebih panjang. Agar diperoleh anak yang lebih banyak maka induk dikawinkan pada 12 – 24 jam setelah tanda estrus/birahi. Estrus atau birahi pada induk babi adalah karena aktifitas dari hormon estrogen yang dihasilkan oleh ovarium, kejadian ini terjadi selama 3 – 4 hari dengan perubahan tingkah laku seperti suka mengganggu pejantan, kegelisahan meningkat, menaiki betina lainnya dan nafsumakan menurun serta mengeluarkan suara yang khas, kalau ditekan atau diduduki punggungnya diam saja, vulva yang membengkak dan memerah serta lendir keruh dan mengental muncul, bila tanda tanda ini terlihat berarti bebi betinna tersebut siap kawin.     Dalam praktek dengan dua kali perkawinan yaitu 12 dan 24 jam setelah tanda estrus dimulai supaya ovum banyak dibuahi dan jumlah anak (litter size tinggi).

Untuk meningkatkan jumlah anak induk perlu di Flushing  yaitu konsumsi induk ditingkatkan selama 7 – 14 hari sebelum dikawinkan untuk meningkatkan jumlah anak perkelahiran bila pakan selama fase pertumbuhan dibatasi.

Perkawinan yang paling umum adalah perkawinan kelompok (lot Mating) cara ini adalah menempatkan satu atau beberapa ekor jantan kedalam kandang beberapa ekor betina yang sedang birahi, cara ini mengurangi tenaga kerja yang diperlukan.  Hand mating memasukkan  seekor betina dan seekor jantan setelah kawin kemudian jantan dipisahkan kembali ini untuk memudahkan pengontrolan ibu dan bapak anak yang lahir  kondisi kandang kawin ini harus tenang dan tidak licin.


Kebuntingan

Lama bunting rata-rata 114 hari, kematian embrio/fetus paling sering terjadi/ fase kritis pada saat 30 – 35 hari awal kebuntingan. Perlakuan terhadap temperatur yang ekstrim, pemberian pakan harus rendah pada awal kebuntingan ini dan penggunaan obat-obatan harus hati-hati.

Kelahiran

Induk sebaiknya ditempatkan ke kandang melahirkan 3 – 7 hari menjelang melahirkan, dalam kandang harus bersih, tenang dan  Tanda induk mau melahirkan Gelisah, membuat sarang bila ada medianya, organ reproduksi dan kelenjar mamae membesar dan susu akan keluar bila ditekan saat 12 – 48 jam menjelang kelahiran. Laju pernapasan meningkat menjelang 12 jam kelahiran  kelahiran paling sering menjelang malam hari. Induk merebahkan diri pada satu sisi saat melahirkan kelahiran dengan pola berurutan (satu-satu) selama kurang lebih 1 – 5 jam, anak yang lahir biasanya 70% kaki depan dulu keluar, anak babi dengan kaki belakang duluan paling banyak mati lahir, bila periode kelahiran cukup lama perlu dilakukan perogohan kedalam alat reproduksi induk, mungkin ada yang sungsang. Perlakuan anak setelah lahir adalah dibersihkan  hidungnya dan badannya dari cairan rahim, dan dibantu diberikan susu pertama (colostrum), berikan penghangat pada kandang anak yang baru lahir. Maka dengan itu selama proses kelahiran harus senantiasa diawasi oleh anak kandang. Induk yang terlampau tua, gemuk dan gelisah selalu lebih banyak mengalami problem saat melahirkan oleh sebab itu induk sebaiknya melahirkan sebanyak 8 – 10 kali setelah itu diafkir.  Pemotongan ari-ari dipotong dengan cara mengikat dulu pada bagian dekat perut kemudian di gunting lalu diberikan antibiotik (betadin/yodium).     Induk akan birahi kembali 3 – 5 hari setelah anaknya disapih/dipisahkan oleh sebab itu induk dapat dikawinkan kembali untuk memperbanyakjumlah anak yang lahir pertahun. Lama penyapihan biasanya 2 bulan akan tetapi dapat dipersingkat menjadi 3 minggu dengan perlakuan tertentu.


Anak Babi Setelah Lahir

Anak babi saat lahir sangat lemah, tidak berbulu (tidak tahan dingin) perlu suhu kandang harus 35 oC, cadangan energi yang ada dalam tubuh anak babi cukup hanya 7 – 8 jam oleh sebab itu susu induk sangat diperlukan setelah lahir, oleh sebab itu  perlu ada jerami pada lantai anak dan diberi penghangat (lampu minyak atau listrik).

Defisiensi Besi (Fe) atau anemia cepat muncul pada anak babi yang baru lahir yangdipelihara terkurung hal ini disebabkan oleh persediaan Fe dalam tubuh babi cukuprendah, Fe dalam susucukuprendah, kontak babi dengan tanah sumber Fe  dibatasi dan laju pertumbuhan babi yang cepat. Ciri anak babi yang kekurangan Fe ini terlihat pucat, lemah,  bulu berdiri dan bernafas cepat  oleh sebab itu 48 – 72 jam zat besi harus diberikan antara lain dengan cara : disuntik dengan (paling dianjurkan), disediakan tanah supaya anak babi bisa menjilat-jilat larutan fe digosokkan pada ambing/susu induk yang umum adalah dengan menyuntikkan iron dextran kedalam otot leher atau paha.

Perebutan puting susu sangat hebat saat babi baru lahir biasanya babi berebut pada babi pada bagian depan karena susu yang paling banyak diproduksi. Oleh sebab itu anak yang lemah atau kecil mendapat susu yang paling sedikit maka anak tersebut menjadi lebih kecil maka dengan itu perlu diberikan susu atau makanan tambahan bagi anak selama menyusui.


Pentirian anak babi bisa dilakuakan bila lama anak babi terlampau banyak dibanding dengan jumlah puting atau induk babi bati saat melahirkan, akan tetapi pentirian bisa dilakukan bila umur jarak antar melahirkan dengan induk lain kurang dari 2 hari, sebelum dilakukan pentirian sebaiknya diberikan bau-bauan yang sama (dengan kotoran, oli, cairan rahim atau bau yang kuat) agar induk yang menerima tidak mencium bau yang berbeda kemudian akanmenolakanak tersebut.

Pemotongan gigi taring anak babi harus dilakukan segera setelah lahir untuk menjaga agar tidak melukai ambing (susu induk), denganmenggunakan tang pemotongan ini harus hati-hati  agar tidak kena gusi/lidah, pemotongan ekor dapat dilakukan bila diperlukan untuk kebersihan danmenghindari perkelahian.

Kastrasi/kebiri sebaiknya dilakukan pada anak babi jantan sebelum berumur 10 hari kecuali pada anak yang akan dicalonkan pejantan, pisau diugunakan untuk memotong skrotum, dan tangan harus steril atau didesinfektan.

Reproduksi Jantan

Sedangkan jantan lebih lama 5 – 8 bulan dengan bobot badan 75 – 110 kg akan tetapi dikawinkan pada umur 12 bulan. Sebelum digunakan sebagai pejantan perlu di tes dulu dengan mengawinkan dengan 2 – 3  dara yang akan dipotong bila setelah  4 – 5 mg kebuntingan dipotong maka didapat 8 – 10 embrio maka jantan tersebut subur/fertil. Jantan yang berumur setahun dapat dikawinkan dengan induk 7 – 8 tiap minggunya, sedangkan pejantan dewasa 12 induk/minggu.

Daftar Pustaka


Bont, T.E.., Kelly, C.F. dan Heitman,H. 1959. Trans.Am. Soc.Agric. Engrs 2,1.

Close, W.H. 1991. Recent Advances in Animal Nutrition in Australia. P. 144.

University of New England, Armidale.

Close, W.H. dan Mounth, L.E., 1978. Jurnal  Animal Nutrition ed. 40 . P.413-421.

University of New England, Armidale.

Henry, Pickard dan Huges 1983. Recent Advances in Animal Nutrition

in Australia.  University of New England Publishing Unit. Armidale.


 

Holmes, C.W. dan Close, W.H. 1977. Nutrition and the Climatic Envirinment. P.51.

Butterworths, London.

Houghton, T.R. , Butterworth, M.H., Kind, D., dan goodyear, B., 1964. J.Agric. Sci.

Camb. 63, 43-51. ngram, D.L. 1965. Nature. P.207,415-16. London.

Huges dan Varley,1980. Pig Production Manual. Department of Agriculture and

Rural Affair. Melbourne.Vic.

Hughes, Mosser, BD. Lewis, AJ.  1993. Fat Addition to Sow Diet.Pig New


and Information. P.265.

Huges dan Varley .1980. Proceeding of a Seminar on Sow and Gilt  Management.

Department of Agriculture and Rural Affair. Bendigo. Vic.

Mac. Pherson , Taverner,MR and Mullaney. 1973.  The effect of Dietary

Concentration of Digestible Energy on the Performance Sow and Gilt.

Animal Production . Vol.21. pp.285

Self, Whittemore, Elsley . 1955. Practical Pig Nutrition. Farming Press Ltd.


Ipswich, UK

Salmon –legagneur, 1969. The Effects of Dietary Fibre, Source of Fat and

Dietary Energy Concentration on the Voluntary Food Intake

and Performan of Sow/gilt. Commonwealth Agricultural, sloug. UK.

Stone, B.A., 1982. Proc. Aust. Soc. Anim. Prod. 14,  245-6.

Vajrabukka, C., Thwaites, C.J. dan farell, D.J. 1981. Recent Advances in Animal

Nutrition in Australia. P.99.  University of New England, Armidale.


Tonks, H.M., Smith,W.C., dan Brice, J.M. 1972. Veterinaria Rec. 9, 531-7.

William, K.C., Neill, A.R. Magee, M.H. dan Peters, R.T. 1991. Manipulating Pig

Production III. Australasian Pig Science Association. Werribe.

Batseba, M.W.T., A. Soplanit, D.Wamaer, S. Tirajah dan Usman, 2001

Karakteristik Sistem Usaha Tani Ternak Babi di Kecamatan Assologaima

Kabupaten Jayawijaya. Prosiding Teknologi Spesifik Lokasi. BBTP Papua

1: 50-55.

Bradbury, J.H., B. Hammer, T. Nguyen .1985. Protein Quantity and Trypsin

Inhibitor Content of Sweet Potato Cultivar  from highland of Papua  New


Ginea. J. Agric. Food. Chem. 282

Ditjen Nak. 1998. Exponak 1991. Kabag PENAN III-Pertasikenca

DepartemenPertanian.

Huges dan Varley,1980. Pig Production Manual. Department of

Agriculture and Rural Affair. Melbourne.Victoria. Australia .

Leddosukoyo,S. 1982. Pemanfaatan Limbah Pertanian untuk

Menunjang Kebutuhan Pakan Ruminansia. Puslitbangnak. Deptan.

Bogor. 194 – 197.

NRC. 1989. Nutrient Requirement of dairy Cattle. National Acad. Of


sci. Washington. D. C. USA.

Sihombing, D.T.H. 1997. Ilmu Ternak Babi. Gajah Mada University

Press. Yogyakarta. Indnesia.

Sutardi, Toha. 1997. Peluang dan Tantangan Pengembangan Ilmu-ilmu

Nutrisi Ternak. Orasi Ilmiah Guru Besar tetap Ilmu Nutrisi Ternak. Fakultas Peternakan IPB, Bogor

KLIK LINK DIBAWAH UNTUK MENDUKUNG AGAR BLOG INI TETAP ADA: TRIMS!



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar