Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Penyakit Kambing Etawa




kambing etawaPenyakit Tetanus Pada Kambing Etawa

Jenis ternak Kambing etawa memang memiliki banyak penyakit seperti pada umumnya ternak yang lainnya, beberapa penyakit ringan pernah saya bahas pada artikel sebelumnya sedangkan untuk beberapa penyakit yang fatal memang belum saya ulas

Kali ini saya akan menyampaikan pengalaman saya dalam beternak kambing etawa di wilayah donorejo kaligesing purworejo, mengenai penyakit tetanus pada kambing etawa

Jenis penyakit tetanus pada kambing adalah kategori penyakit yang lumayan fatal dan kebanyakan dari korban penyakit tetanus kebanyakan mengakibatkan kematian pada ternak kambing.

Jika kambing etawa terjangkit penyakit tetanus biasanya akan mengalami kejang kejang dan kemudian akan terlihat sebagian tubuhnya kaku susah di gerak kan.


Biasanya penyakit ini sangat cepat sekali terlihat perubahan pada kambing dan secara cepat juga biasanya kambing yang sudah terjangkit tetanus akan mengalami penurunan daya tahan tubuh dengan sangat cepat.

Ada beberapa kejadian pada induk kambing yang terlihat mengejang dari bagian belakang tubuhnya tidak bisa di gerakkan dan kemudian secara cepat pula akan menjalar ke bagian perut hingga leher dan jikala terlambat beberapa waktu mendapati pertolongan dari dokter hewan biasanya ternak akan segera mati.

Dari pengalaman saya beternak kambing etawa dan rata rata para peternak di kawasan kaligesing memiliki pengalaman yang serupa mengenai jenis penyakit ini bisa di bilang hanya 30 persen yang selamat atau memiliki kemungkinan sehat dan kebanyakan akhirnya ternak mengalami kematian.

penyakit tetanus bisa saja menyerang semua kambing tanpa memandang umur namun pengalaman paling sering adalah pada induk dan anakan kambing etawa ( cempe ).

Penyakit Tetanus ini tidak bisa di obati secara tradisional biasanya saya menyerahkan perawatan pada dokter hewan yang memang memiliki keahlian dalam menangani penyakit ini.

Hampir setiap ternak yang mengalami penyakit jenis tetanus biasanya banyak yang berujung pada kematian ternak , apalagi apabila penyakit ini menjakit pada anak kambing etawa.


Berdasar pengalaman dan penjelasan dari beberapa ahli ( dokter hewan ) penyakit tetanus umumnya susah di obati  serta memiliki kemungkinan sembuh hanya 30 persen dan jenis penyakit ini hanya bisa di cegah dan biasanya terjangkit pada saat kambing melahirkan atau kambing mengalami luka  .

Pencegahan penyakit tetanus ini sebenarnya memang bisa dengan cara melakukan vaksinasi tetanus namun hal ini sangatjarang di lakukan bahkan saya sendiri juga belum pernah memberikan vaksin tetanus pada semua ternak saya , namun saya biasanya hanya melakukan pencegahan dengan cara mengobati luka serta memberikan atibiotik pada ternak yang mengalami luka seperti pendarahan pada saat melahirkan.

Pada jaman dulu umumnya peternak memberikan abu atau debu sisa pembakaran di sekitar luka atau alat kelamin kambing betina setelah melahirkan dan juga memandikan anak kambing etawa dengan air kelapa muda pada saat setelah lahir karena di percaya bahwa kelapa muda mengandung alkohol ringan untuk membersihkan luka pada anak kambing dan menghindarkan dari terjangkitnya bakteri yang di bawa lalat pada luka tali pusat setelah melahirkan.

Namun pada perkembangan kini dan setelah mendapat banyak penjelasan oleh para ahli ternak termasuk para pakar kesehatan hewan ternak ( dokter Hewan ) para peternak di lingkungan kami sudah mengenali obat obat luar yang bisa di berikan .

Pengalaman saya pribadi memiliki ternak yang terjangkit tetanus kebanyakan berujung kematian  dan umumnya saya menjumpai ternak saya terkena tetanus sesaat setelah melahirkan ( untuk Induk ) atau setelah di lahirkan ( untuk cempe )


Tetanus pada induk kambing etawa umumnya di karenakan membusuknya sisa plasenta yang terputus pada saat melahirkan dan tidak segera keluar dari rahim lebih dari tiga hari sedangkan tetanus pada cempe biasanya juga terjangkit disebabkan membusuknya talipusat pada cempe yang tidak segera kering.

Penanganan penyakit ini ( pencegahan ) yang saya lakukan biasanya dengan mengamati secara teliti pada saat kambing melahirkan dan langsung memberikan suntikan anti biotik ( dengan refrensi dokter hewan ) sesegera mungkin membersihkan kotoran darah yang tersisa di sekitar bulu kelamin untuk menghindarkan lalat kita bisa juga menyemprotkan obat anti lalat ( gusanek atau sekelasnya ) kalo dulu biasanya dengan minyak wangi semprot beralkohol. lakukan pembersihan pula pada anakan kambing etawa yang terpenting adalah di sekitar tali pusat dan tentu saja melakukan pemotongan tali pusat juga harus dengan benar ( tidak terlalu panjang ).

Jikala Induk kambing etawa mengalami putus plasenta dan umumnya dapat di ketahui dengan terciumnya bau busuk pada sekitar alat kelamin sesegera mungkin berikan suntikan penghancur plasenta ( dengan ref dokter hewan ) agar tidak mengakibatkan tetanus atau penyakit yang lainnya.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar