Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Pupuk Organik Dari Urine Sapi

pupuk organik dari urine sapi
Sejak dahulu kala, daging, kulit, serta kotoran sapi memang termasuk komoditi yang telah terbukti mempunyai nilai ekonomi yang tinggi. Kini air kencing (urine) sapi ternyata telah mulai menjadi komoditi berharga. Urine sapi , oleh Ahmad Syukur, warga Desa Mlatiharjo Kecamatan Gajah, diolah sebagai pupuk cair organik.




Berkat ide dan kerja kerasnya selama tiga tahun, dia mampu menyulap air kencing sapi dan sejumlah empon-empon dapur menjadi pupuk cair organikUrine sapi diproses menjadi pupuk cair organik melalui pencampuran dengan sejumlah empon-empon yang kemudian di fermentasikan secara sederhana selama 21 hari, dengan proses pengadukan yang dilakukan setiap 7 (tujuh) hari sekali. Empon-empon adalah aneka bumbu dapur seperti  kencur, kunyit, jahe, lengkuas, serai, daun imbo dan terasi. Semua bahan ini ditumbuk halus kemudian ditambahkan parutan nanas busuk lalu dicampurkan ke dalam cairan kencing sapi. Nanas ini berfungsi untuk sebagai bahan pemicu fermentasi.




Untuk pembuatan pupuk cair organik yang ekonomis, dibutuhkan setidaknya 200 liter cairan urine sapi. Kapasitas 200 liter tersebut diperkirakan diperoleh dari 13 ekor sapi dalam sehari. Untuk menampung urine ini dibutuhkan instalasi khusus pembuangan limbah ternak secara permanen. Dengan begitu, urine sapi secara otomatis bisa tertampung dalam wadah yang telah disiapkan.




Dari hasil percobaan di lapangan, pupuk cair organik  dari urine sapi harus diencerkan terlebih dahulu. Dosisnya adalah  1 liter pupuk cair organik dari  urine sapi dicampur dengan 60 liter air. Pupuk ini terbukti cukup baik sebagai penyubur tanaman, akan tetapi jika komposisinya tidak pas justru membuat layu tanaman. Selain sebagai penyubur, pupuk ini juga  ada berkhasiat untuk menghalau hama. Dengan demikian, penggunaan pupuk cair organik dari urine sapi ini dapat menambah keuntungan  para petani, karena mengurangi  biaya operasional perawatan tanaman.




Sumber :

  • wawasandigital.com



  • submersibledesign.com

  • Tidak ada komentar:

    Poskan Komentar