Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kondisi Dasar Tambak - 01 - Latar Belakang

Kondisi dasar tambak merupakan suatu keadaan fisik dasar tambak beserta proses yang terjadi didalamnya baik yang menyangkut biologi, kimia, fisika maupun ekologi yang secara langsung maupun tidak langsung ikut berpengaruh pada kehidupan udang maupun organisme lainnya dalam suatu keterkaitan ekosistem perairan tambak. Parameter ini dapat dijadikan sebagai salah satu tolok ukur kualitas perairan tambak dengan dasar pemikiran sebagai berikut:
  1. Dasar tambak merupakan ruang gerak dan tempat hidup bagi udang dan organisme lainnya dalam kondisi normal seperti habitat alaminya, sehingga kondisi dasar tambak akan mempengaruhi tingkat keamanan dan kenyamanan bagi udang maupun organisme lainnya di dalam perairan tersebut.
  2. Dasar tambak merupakan tempat akumulasi kotoran tambak baik yang berasal dari treatment budidaya maupun proses metabolisme yang dilakukan oleh organisme yang hidup di perairan tambak tersebut.
  3. Dasar tambak merupakan suatu area di dalam tambak yang membentuk suatu sub komunitas tersendiri yang bersifat benthic di dalam tambak dan keberadaannya mempunyai korelasi yang erat dengan ekosistem perairan tambak.
  4. Pada dasar tambak terjadi proses-proses biologi, kimia, fisika dan ekologi yang sangat tergantung pada kestabilan ekosistem perairan.
  5. Pada kondisi tertentu, dasar tambak dapat bersifat an aerob karena tidak terjadinya proses oksidasi sehingga dapat membahayakan bagi kondisi dan kualitas udang di dalam tambak.
Kondisi dasar tambak mempunyai keterkaitan secara langsung dengan kondisi dan kualitas udang serta kualitas perairan tambak, yaitu jika perairan tambak berada pada keseimbangan ekosistem dan bersifat stabil serta kondisi dan kualitas udang bagus maka kondisi dasar tambak akan terjaga dengan sendirinya. Salah satu faktor yang juga ikut menentukan kondisi dasar tambak adalah penempatan posisi kincir air yang dioperasikan pada saat kegiatan budidaya berlangsung. Posisi kincir yang sesuai dan dapat mengarahkan kotoran dasar tambak ke arah sentral pembuangan dapat meminimalkan terjadinya penyebaran akumulasi kotoran tersebut di dasar tambak, sehingga pada saat dilakukan pembuangan air tambak kotoran tersebut dapat ikut terbawa.

Pada dasarnya setiap petakan tambak yang sedang dioperasikan selalu dijumpai adanya kotoran dan hal yang perlu diperhatikan adalah tingkat keberadaan dan tingkat penyebarannya di dasar tambak dibandingkan dengan tolok ukur dari hasil pengamatan terhadap kondisi dan kualitas udang serta kualitas perairan tambak. Beberapa faktor penyebab yang dapat mengakibatkan terjadinya akumulasi kotoran di dasar tambak adalah antara lain:
  1. Desain dan kontruksi dasar tambak yang tidak dirancang dengan tingkat kesesuaian terkonsentrasinya kotoran ke arah sentral pembuangan, sehingga menyebabkan kotoran di dasar tambak tersebut menyebar di beberapa titik konsentrasi.
  2. Penempatan posisi kincir air yang kurang tepat, sehingga tidak dapat mengarahkan kotoran tersebut ke arah sentral pembuangan.
  3. Program pakan yang over feeding jika dibandingkan dengan tingkat kebutuhan udang. Sisa pakan yang berlebihan tersebut tidak terkonsumsi oleh udang dan membusuk serta terakumulasi di dasar tambak menjadi kotoran.
  4. Teknik pemberian pakan yang tidak merata ke seluruh area pakan di dalam petakan tambak, sehingga pakan terakumulasi di satu titik dan tidak terkonsumsi merata sehingga membusuk di dasar tambak.
  5. Tingkat populasi udang di dalam tambak. Pada tambak dengan populasi udang yang relatif padat, kondisi dasar tambak akan relatif bersih karena kotoran di dasar tambak akan terdorong dengan sendirinya ke sentral pembuangan yang diakibatkan oleh aktifitas udang di dasar tambak.
  6. Kurangnya pengecekkan dasar tambak dengan melakukan penyelaman secara berkala.
  7. Kurangnya intensitas dan frekuensi sirkulasi air yang dapat mendorong kotoran dasar tambak ke arah sentral pembuangan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar