Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Kondisi Dasar Tambak – 03 - Dasar Pertimbangan

Sebagai upaya mengantisipasi permasalahan tersebut maka perlu dilakukan pemantauan dasar tambak baik secara yang bersifat insidental seperti yang telah diuraikan di atas maupun yang bersifat berkala yaitu dengan melakukan pengangkatan kotoran dan lumpur hitam terutama yang berada di sentral pembuangan dengan alat bantu pompa air dan selang spiral dengan menyedot kotoran dan lumpur hitam tersebut dan membuangnya melalui saluran pembuangan. Kegiatan ini sebaiknya juga diikuti dengan pemantauan tingkat kematian udang di dasar tambak melalui cara mengambil sampel bangkai udang dan kuantitasnya yang dijumpai untuk dilakukan identifikasi tingkat permasalahan sebagai dasar pengambilan keputusan. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan sebelum melakukan kegiatan ini antara lain:
  1. Kondisi dan kualitas udang, karena kegiatan pengangkatan kotoran dan lumpur hitam secara berkala ini akan memberikan guncangan pada kestabilan kualitas perairan yang dapat menimbulkan stress pada udang. Kegiatan ini sebaiknya dilakukan pada saat kondisi udang benar-benar bagus dengan tingkat daya tahan terhadap stress tinggi, sedangkan pada udang dalam situasi moulting massal diharapkan tidak melakukan kegiatan ini karena kondisi udang lemah dan tingkat daya tahan terhadap stress relatif rendah.
  2. Keadaan cuaca pada saat itu sebaiknya berada pada kondisi yang dapat menunjang proses pembentukan kembali kualitas perairan setelah dilakukan kegiatan pengangkatan kotoran dan lumpur dasar tambak.
  3. Kondisi pasang surut yang mendukung kelancaran pergantian air tambak dan pembuangan kotoran dan lumpur hitam ke saluran pembuangan.
  4. Pembentukan kembali kualitas perairan tambak yang relatif mengalami guncangan akibat kegiatan tersebut ke arah kesimbangan ekosistem perairan di dalam tambak.
  5. Pemantauan kondisi udang setelah dilakukan kegiatan pengangkatan dan pembersihan dasar tambak.
Setelah dilakukan pembersihan dasar tambak dengan cara pengangkatan kotoran dan lumpur hitam keluar tambak sebaiknya diikuti dengan pemberian kapur lunak ke dalam perairan dengan dosis sesuai dengan keperluan dengan tujuan mengembalikan/memperbaiki tingkat keasaman dasar tambak. Pemberian kapur ini sebenarnya dapat bersifat rutin/berkala selain untuk menjaga keasaman dasar tambak juga diperlukan untuk membantu proses moulting udang yang bersifat periodik.

Kondisi dasar tambak yang dikontrol dan dipantau secara baik dan cermat selain memperbaiki kualitas perairan juga akan membantu pada saat kelak dilakukan panen udang. Dasar tambak yang relatif bersih akan memudahkan proses pemanenan dan berpengaruh pada kualitas udang yang dihasilkan, sebaliknya dasar tambak yang kotor dan penuh lumpur akan menyulitkan proses pemanenan dan dapat menimbulkan degradasi kualitas udang yang dihasilkan. Selain itu kondisi dasar tambak juga ikut berpengaruh pada penerapan program teknis budidaya lainnya terutama dalam proses pengambilan keputusan yang bersifat perlakuan maupun pemanenan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar