Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

Pemupukan Air Tambak - 01 - Latar Belakang

Keberadaan plankton terutama dari jenis phytoplankton di dalam ekosistem perairan tambak mempunyai peran yang sangat besar terhadap kestabilan dan produktifitas perairan yang sangat dibutuhkan oleh organisme yang berada di dalamnya dalam melakukan aktifitas kehidupannya. Peran dan fungsi utama plankton (phytoplankton) di dalam perairan yang dapat dijadikan sebagai dasar pertimbangan pengelolaan kualitas air antara lain :
  1. Phytoplankton merupakan produsen utama dalam rantai makanan yang terdapat di dalam ekosistem perairan tersebut, sehingga tingkat produktivitasnya akan berpengaruh pada produktifitas perairan;
  2. Phytoplankton merupakan salah satu penyuplai oksigen melalui proses fotosintesa dengan bantuan sinar matahari yang dibutuhkan organisme lainnya untuk melakukan respirasi di dalam perairan;
  3. Oksigen (O2) yang dihasilkan phytoplankton dapat menekan terjadinya proses kimiawi perairan yang bersifat racun dan membahayakan bagi udang dan organisme lainnya;
  4. Phytoplankton merupakan shelter bagi udang yang bersifat nocturnal dan phototaksis negatif;
Seperti telah disebutkan pada uraian di atas sebagai jenis tanaman phytoplankton mempunyai chlorophyl (zat hijau daun) yang berperan dalam proses fotosintesa di dalam perairan dengan bantuan sinar matahari. Tingkat produktifitas phytoplankton ditentukan oleh ketersediaan unsur hara yang tersedia di dalam tambak baik yang berasal dari tanah maupun perairan setempat. Pada kondisi tertentu phytoplankton membutuhkan suplai unsur hara dan zat lainnya baik yang bersifat organik maupun an organik untuk memacu peningkatan produktifitasnya di dalam perairan.

Pemupukan air tambak pada dasarnya merupakan salah satu perlakuan teknis budidaya yang berupa pemberian pupuk organik maupun an organik untuk menyuplai zat-zat yang dibutuhkan phytoplankton di dalam tambak dengan dosis sesuai dengan tingkat keperluan. Kegiatan pemupukan air tambak bertujuan antara lain:
  1. Mengatur dan mengontrol tingkat kecerahan air tambak agar sesuai dengan tingkat kebutuhan udang.
  2. Mengatur dan mengontrol kestabilan plankton di dalam tambak agar sesuai dengan tingkat kebutuhan udang.
  3. Memacu pertumbuhan bibit plankton pada perairan yang sedang diperbaiki kualitasnya.
Syarat utama melakukan kegiatan pemupukan air tambak adalah ketersediaan bibit plankton dan adanya sinar matahari. Pemupukan yang dilakukan pada perairan tambak yang tingkat ketersediaan bibit planktonnya sangat minim/tidak ada sama sekali dapat menimbulkan tumbuhnya lumut di dalam tambak atau munculnya kamuflase color yang sangat berpengaruh terhadap kondisi udang atau teknis budidaya.

Sinar matahari sangat dibutuhkan dalam kegiatan pemupukan air tambak yaitu untuk membantu proses fotosintesa plankton sehingga suplai unsur-unsur dalam pupuk yang diperairan dapat diserap oleh plankton dan memacu pertumbuhan dan perkembangannya. Berlandaskan pada dasar pemikiran tersebut maka sebaiknya pemupukan air tambak dilakukan pagi hari pada saat cuaca cerah. Pada kondisi cuaca tidak cerah/musim hujan kegiatan pemupukan sebaiknya dilakukan secara rutin dengan dosis yang sesuai agar tidak terjadi mortalitas plankton secara massal yang disebabkan karena curah hujan yang tinggi, sehingga kestabilan perairan tambak akan tetap terjaga dari kondisi collaps.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar