Pages

Subscribe:

Ads 468x60px

MEMILIH BIBIT ITIK / BEBEK DALAM USAHA BUDIDAYA ITIK / BEBEK SECARA SEMI ITENSIF

Sebagian peternak menganggap Itik / Bebek petelur yang baik diperoleh dari pemeliharaan sejak day old duck (DOD). Alasannya sejak kecil mereka bisa beradaptasi dengan peternak dan lingkungan. Sebagian lain terpaksa membesarkan DOD karena di daerahnya tidak ada pedagang bibit Itik / Bebek siap telur. Alasan lainnya, membeli DOD (Rp3.500-Rp4.000/ekor), lebih murah ketimbang bibit Itik / Bebek siap telur, Rp25.000-30.000/ekor. Bagi yang bermodal cukup dan ingin segera memproduksi telur tidak ada salahnya memilih bibit siap telur. Metode inilah yang banyak dipilih peternak. Bibit siap telur, secara biologis telah waktunya berproduksi. Umumnya Itik / Bebek bertelur pada umur 6 bulan.
Beberapa jenis Itik / B ebek lokal, seperti Itik / Bebek Tegal, Mojosari, Magelang, Alabio, dan Bali bisa jadi pilihan. Masing-masing mempunyai kelebihan dan kekurangan. Misalnya, ukuran telur Itik / Bebek Magelang besar. Namun, karena postur tubuhnya besar, makannya pun banyak sehingga menambah biaya produksi. Hal ini bisa menjadi pertimbangan.
Paling ideal memilih jenis Itik / Bebek yang sentra bibitnya mendekati lokasi peternakan. Untuk Jawa Barat, dapat memilih Itik / Bebek Tegal. Di Jawa Timur, tersedia Itik / Bebek Mojosari. Peternak bisa datang langsung ke sentra Itik / Bebek tersebut untuk mencari pembibit yang terbaik. Sentra Itik / Bebek Mojosari ada di Desa Modopuro dan Sumbertanggul, Kecamatan Mojosari, Kabupaten Mojokerto. Selain di Desa Pesurungan Lor, Tegal, Itik / Bebek Tegal menyebar ke Pekalongan, Brebes, Cirebon, Indramayu dan Karawang. Sentra Itik / Bebek magelang antara lain berada di Kecamatan Muntilan. Di sentra itulah bibit DOD atau Itik / Bebek siap telur dipesan.
Bila yang dipilih DOD, hendaknya peternak mempelajari kualitas DOD yang baik. Pertama, perhatikan postur tubuhnya. DOD yang baik berbadan tegap, kaki dan paruhnya besar, serta tidak cacat. "Kadang perutnya besar, yang ini kurang bagus," ujar Suyono spesialis penetas Itik / Bebek Mojosari. Hindari memilih DOD jantan. Ciri-ciri DOD betina berbulu cokelat kemerahan, paruh hitam keputihan, suara nyaring, dan mukanya manis. Sedangkan jantan mempunyai ciri bulu cokelat kehitaman, paruh hitam kelam, suaranya agak serak, dan berwajah angker. Untuk lebih memastikan lihat dan bukalah kloakanya. Bila kedapatan penis, berarti jantan.

Sebelum mencapai dewasa, Itik / Bebek betina mempunyai tahapan pertumbuhan.

Pertumbuhan Itik / Bebek mojosari berturut-turut,
  • DOD (meri)
  • 1 bulan (seret)
  • 2 bulan (tepel)
  • 3 bulan (ngebung)
  • 4 bulan (cemong cukup)
  • 5 bulan (brahi)
  • 6 bulan (copot sikut), setelah tumbuh lagi disebut (melong). Itik / Bebek fase melong inilah yang dipilih sebagai Itik / Bebek siap telur.
Peternak pembesaran, biasanya menjual Itik / Bebek umur 5 bulan yang dinamakan klemis atau 6 bulan yang disebut siap telur. Di Mojosari harga klemis Rp16.000-Rp18.000/ekor dan Itik / Bebek siap telur Rp23.000—Rp24.000/ ekor. Siap telur bukan berarti sudah bertelur. Malahan peternak harus curiga kalau ada Itik / Bebek yang sudah bertelur di antara Itik / Bebek siap telur. Boleh jadi Itik / Bebek itu sudah setengah berproduksi. Pembelinya tinggal menunggu produktivitasnya yang cenderung turun.
Pilih bibit siap telur yang baik dengan tanda-tanda, bulu mulus, berkepala kecil, mata besar, paruh pipih, panjang dan lebar, serta badan ramping. Itik / Bebek seperti itu disebut bulu tipis. Sebaiknya dalam satu populasi Itik / Bebek yang dipelihara, perbedaan usianya tidak terlalu jauh. Maksimal 1-2 minggu saja. Hal ini untuk menciptakan keseragaman ritme rontok bulu dan stabilitas produksi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar